Perkembangan UMKM DIY Naik Signifikan

BANTUL, KRJOGJA.com – Dalam rangka rangkaian HUT BRI ke-124, 10.000 UMKM di seluruh Indonesia dilakukan pelatihan manajemen keuangan, administrasi, entrepreneur dan e-commerce. Sementara khusus di Bantul ditarget 100 UMKM dan pengelola BUMDes masuk program.  

Sejauh ini perkembangan UMKM di DIY berdasarkan data statistik 2015, UMKM di DIY ada 220 ribu. Tahun 2018 meningkat menjadi 250 ribu, dari jumlah itu, 26 % diantaranya tersebar di Kabupaten Bantul dengan jumlah sebanyak 62 ribu UMKM.

Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Bantul,  Dandy Wardana disela pelatihan UMKM dari BRI di Hotel Roos In, Rabu (13/11) mengatakan, materi pelatihan terdiri administrasi keuangan, manajemen keuangan, entrepreneurship, teknologi informasi, akses permodalan, informasi pasar dan e commerce.  

"Kesulitan dari UMKM yakni bisa memproduksi namun kesulitan memasarkan," ujarnya.  Sedang BRI Bantul telah menyalurkan  kredit mikro hampir Rp 910 miliar sampai dengan posisi Oktober akhir dengan debitur sebanyak 43.995 orang.

Menurut Dandy, sebagai bentuk pendampingan BRI mengucurkan program kredit Kupedes Rp 250 juta,  KUR sampai Rp 25 juta, Mikro Kecil Rp 500 juta. 

"Tahun ini KUR bunganya 7 persen. Diharapkan tahun depan ada penurunan bunga menjadi 6 persen dengan plafon kredit mikro menargetkan Rp 415 miliar," jelasnya.

Sekda Bantul, Helmy Jamharis menambahkan di era revolusi industri 4.0 ini banyak tantangan dalam memasarkan suatu produk. "Bagi kalangan kolonial akan terasa berat kalau tidak bisa ikuti perkembangan jaman. Namun bagi kalangan milenial justru era ini semakin mempermudah mereka," jelas Helmy. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI