Perpusnas Hadirkan Pocadi di Seloharjo Pundong

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Hadirnya perpustakaan modern atau Pojok Baca Digital (Pocadi) di Kalurahan Seloharjo Kapanewon Pundong Kabupaten Bantul mampu mewujudkan program kalurahan selama ini. Karena dengan hadirnya Pocadi tersebut menjadikan Seloharjo jadi satu-satunya kalurahan di Bantul yang memiliki perpustakaan modern. Program bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI itu diyakini mampu menopang animo minat baca buku cetak dan buku digital (e-book) warga Seloharjo yang begitu tinggi.

Lurah Seloharjo Kapanewon Pundong Bantul, Mahardi Badrun, Rabu (17/11/2021) mengatakan hadirnya Pocadi sejalan dengan program kalurahan karena sejak tahun 2019 sudah dirintis perpustakaan desa. Bahkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola perpustakaan kalurahan sudah terbentuk.

Marhadi Badrun mengatakan, penyerahan bantuan Pocadi sudah dilakukan Perpustakaan Nasional lewat Perpustakaan Kabupaten Bantul aspirasi anggota Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati beberapa waktu lalu. “Dengan kami mendapat Pocadi ini, Kalurahan Seloharjo Pundong satu dari 75 kalurahan di Bantul yang mendapatkan bantuan sarana prasarana untuk menunjang minat baca secara digital,” ujarnya.

Sejumlah barang yang diserahkan ke pemerintah kalurahan berupa seperangkat peralatan pendukung Pocadi berupa tiga unit komputer, satu unit televisi 42 inchi, dua unit tab, rak buku dan 380 koleksi judul buku bacaan. Meski sudah dipasang dan bisa diakses masyarakat, tetapi masih terbatas. Karena petugas perpustakaan masih akan mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) dahulu, sehingga pada saat dibuka untuk umum bisa memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Selain buku bantuan dari Purpustakaan Nasional ratusan buku perpustakaan kalurahan turut melengkapi koleksi bacaan. Kendati begitu, jika Pocadi sudah resmi dibuka untuk umum.

Koleksi buku tersebut masih perlu ditambah. “Oleh karena itu, ketika ada pihak mau memberikan sumbangan buku terutama bacaan anak-anak itu sangat membantu untuk melengkapi buku digital yang sudah ada,” jelasnya.

Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo mengatakan ketika seseorang akan mencari ilmu dengan membaca. Era sekarang bisa memanfaatkan sarana digital, tidak harus dengan cara manual atau konvensional dengan membaca buku. (Roy)

BERITA REKOMENDASI