Persiapan Nyepi, Ini Dia Makna Simbolik Dibalik ‘Jajan Sarad’

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Menyambut Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941, Umat Hindu di DIY menggelar serangkaian kegiatan ritual keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Persiapan juga sudah dilakukan jelang prosesi Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan Sleman pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019.

Seperti terlihat di Pura Jagatnatha Banguntapan Bantul, Senin (04/03/19), sesaji 'Jajan Sarad' untuk upacara Tawur Agung Kesanga sudah selesai dibuat. Secara keseluruhan perwujudan rasad seperti manusia dari mulai kepala hingga kaki. 

Ngakan Ngurah Mahendrajaya selaku salah satu panitia nyepi mengatakan jajan rasad menyimbolkan 10 dewa yang ada di agama Hindu/Budha. 10 dewa tersebut diantaranya adalah dewa Iswara, dewa Mahesora, dewa Brahma, dewa Rudra, dewa Wisnu, mahadewa, dewa Sangkara dan dewa Siwa yang di wujudkan dalam bentuk-bentuk tersebut.

Menurutnya, 'Jajan Sarad' juga memiliki makna di dalamnya berupa simbol dunia. Diantara para dewa, 'Jajan Sarad' melambangkan perjalanan umat manusia yang selalu digoda para mahluk ketika berjalan kepada tuhannya. "Untuk menetegkan hati manusia, makanya yang maha itu diturunkan dengan adanya para dewa," kata Ngakan kepada krjogja.com.

Upacara Tawur Agung Kesanga sebagai ritual yang sakral untuk menetralkan hal negatif menjadi positif. Oleh karenanya, untuk menuju kepada yang suci harus melebihi yang bersih. "Ada baiknya orang haidnya tidak boleh nyentuh itu, karena sesajen untuk ritual haruslah suci," kata Dewa gede putra seksi yadnya.

Sementara itu, menurut Dewa, persiapan lainnya untuk upacara Tawur Agung juga hampir selesai kiranya sudah 65 persen sesaji, gebogan beserta persiapan lainnya. 

Perayaan nyepi di Yogyakarta dirayakan umat Hindu di DIY dan jawa tengah. Menurut informasi, Presiden RI Joko widodo bakal menghadiri upaca Tawur Agung di Candi Prambanan Yogyakarta. (Evi Nur Afiah)

 

 

BERITA REKOMENDASI