Petani Andalkan Jagung Saat Kemarau

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tanaman jagung masih menjadi andalan para petani di musim kemarau. Hal itu nampak di 17 kecamatan se-Kabupaten Bantul, petani tanam jagung. Tak heran jika setiap tahun Bantul selalu memenuhi target produksi jagung, disamping padi.

"Selain padi, jagung juga menjadi komoditas unggulan dari kami. Terlebih pada musim kemarau ini, banyak petani yang tanam jagung di semua kecamatan," ujar Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Bambang Pin Erwanta.

Baca juga :

Perkelahian di Kandang Ayam Berujung Maut
Apel Purna Tugas Anggota, Polsek Banguntapan Teladani Sikap Disiplin

Tak hanya jagung, Bantul juga punya unggulan lain yakni kedelai, bawang merah dan cabai. Namun untuk tanaman yang paling cocok di musim kemarau ialah jagung dan sebarannya paling luas di 17 kecamatan.

Menurut Bambang, jenis jagung yang paling digemari petani di Bantul ialah jenis arjuna atau bima. "Selain bisa dipanen bijinya, tanaman jagung atau tebonnya juga dapat dimanfaatkan oleh petani, yakni untuk dijual atau sebagai pakan ternak," imbuhnya.

Tak hanya mengandalkan padi, jagung dan kedelai (Pajale) saja, namun di musim kemarau ini pihaknya juga coba mengembangkan tanaman kakao di Kecamatan Dlingo. Untuk luasannya ada beberapa hektare dan kini juga sudah ada hasilnya.

Salah satu petani Dusun Sumber Batikan Desa Trirenggo Bantul, Ngatimin (70) mengaku selalu menanam jagung saat musim kemarau. Terlebih lahan seluas 3.000 meter persegi bisa ditanami jagung organik.

"Kebetulan saya kerja sama dengan perusahaan, jadi saat panen hasilnya bisa dibagi dua. Jika dijual jagung petik saya ini harga Rp 4.000/kilogram," ucapnya sambil membersihkan rumput di sekitar tanaman jagung miliknya tersebut. (Adk)

BERITA REKOMENDASI