Petani Bantul Bersiap Tebar Benih

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Hujan yang mengguyur wilayah DIY sejak beberapa hari terakhir, sangat berpengaruh pada meningkatnya debit air irigasi. Jika sebelumnya para petani yang akan mengairi sawah sudah menerapkan sistem pembagian air irigasi untuk setiap blok, saat ini pembagian air sudah tidak ada lagi.

Bahkan para petani sudah ancangancang untuk melakukan tebar benih padi menyusul intensitas hujan yang tinggi pada beberapa hari terakhir. "Kami optimis saat ini sudah masuk musim rendheng (penghujan) karena intensitas hujan sudah cukup tinggi dan terus menerus dalam beberapa hari ini. Sehingga kami pun bersiapsiap untuk menebar benih padi," ujar Asngadi, salah seorang petani di wilayah Timbulharjo Sewon.

Ditambahkan, sejak hujan turun beberapa waktu lalu, pembagian air irigasi dengan blok sistem juga sudah tidak berlaku lagi. Sebab, menurutnya saat ini debit air irigasi sudah pulih seperti sebelum masuk puncak kemarau. Sehingga petani yang mempunyai sawah di bagian pethit (hilir) sudah tak kesulitan lagi mendapatkan air irigasi.

"Beberapa pekan lalu, petani yang sawahnya berada di hilir jauh dari dam, memang selalu kesulitan untuk bisa mengairi sawah. Selain jauh dari dam, juga debit air irigasi yang sangat berkurang sehingga tak bisa menjangkau lahan yang jauh dari saluran irigasi," terangnya.

Senada, Haryoto yang juga petani kawasan tersebut menambahkan, kondisi air irigasi yang berpusat dari dam Ngoto Bangunharjo Sewon saat ini dinilai sudah pulih. Artinya, debit air sudah kembali normal sejak hujan turun dalam beberapa hari terakhir. Untuk itu pihaknya bersama para petani lain sudah berani menebar benih padi untuk persiapan masa tanam Desember mendatang.

"Kondisi irigasi sudah pulih dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Untuk itu kami akan segera menebar benih untuk persiapan masa tanam Desember mendatang," ujarnya.

Sedangkan jenis padi yang akan ditanam, rata-rata para petani memilih varietas Situbagendit atau jenis serupa yang ukuran batangnya pendek. Hal itu sebagai upaya antisipasi agar jika terjadi hujan angin tanaman padi tidak mudah roboh. (Aje)

BERITA REKOMENDASI