Petani Brambang Nawungan ‘Sambat’ Belum Dibayar Koperasi

Editor: Agus Sigit

IMOGIRI, KRJogja.com – Puluhan petani di Dusun Nawungan 1 dan 2 Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul harus gigit jari setelah koperasi sebagai pembeli bawang merah hasil panen hingga kini belum melunasi pembayaran. Kemelut ditengah pandemi Covid-19 yang dihadapi petani sudah disampaikan ke bupati Bantul. Menurut informasi, tunggakan koperasi kepada petani kisaran Rp 300 juta lebih.

“Waktu itu dinas ingin membantu petani agar proses lelang hasil panen lancar memberikan solusi. Kemudian kelompok tani Nawungan 1 dan 2 dikenalkan dengan sebuah koperasi. Karena yang membawa dari dinas petani antusias. Karena koperasi tersebut sanggup menampung bawang merah glowing panenan petani,” ujar Kapala Dukuh Nawungan 1 Selopamioro, Jurianto, Kamis (5/8).

Dijelaskan, masa panen tersebut terjadi Bulan Mei 2021. Setelah disepakati harga Rp 17.000 /kg, sekitar 60 petani hasil panenan bawang merah semua sudah ditimbang dan masuk koperasi tersebut. Dari puluhan ton bawang merah itu, rupanya hanya tiga ton timbangan pertama yang dibayar tunai. Setelah itu pembayaran dilakukan kembali sebesar Rp 70 juta. Namum sisanya hingga sekarang ini belum dibayar, jumlahnya mencapai Rp 300 juta lebih untuk 30 petani.

Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk mediasi dengan pihak koperasi yang juga didampingi Dinas Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan (DPPKP) Bantul. Namun sudah 10 kali mediasi hingga kini koperasi belum juga melunasi kekurangan. Jurianto mengatakan, pihak koperasi bakal melunasi pembayaran akhir pekan ini. “Saya perwakilan petani dan dinas sudah 10 kali mengadakan pertemuan dengan pihak koperasi namun belum membuahkan hasil, janjinya pembayaran Sabtu besok,” jelasnya.

Jurianto mengatakan, waktu itu respons petani ketika ada koperasi masuk dan sanggup menampung bawang merah sangat antusias. Selain harga yang ditawarkan pantas, koperasi tersebut dibawa oleh dinas. “Petani disini tahunya dinas, tetapi setelah seperti ini petani pada stres mikir bawang merah yang belum dibayar sedang kondisi baru sulit sekali,” jelasnya.

Lurah Selopamioro Imogiri, Drs Sugeng mengatakan, pihaknya justru baru tahu persoalan yang dihadapi petani Nawungan. Dijelaskan, waktu lelang pertama dari pemerintah Kalurahan Selopamioro menghadiri acara tersebut bersama Bupati Bantul. “Kalau sekarang ada peristiwa itu justru baru tahu ini, jumlah itu tentu sangat besar sekali bagi petani,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI