Petani Keluhkan Pupuk Bersubsidi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Beberapa petani bawang merah yang ada di kawasan Parangtritis dan Samas mengeluh tingginya harga pupuk bersubsidi. Selain susah dicari di kawasan sekitar, selama ini petani mendapatkan pupuk bukan dari kios yang disuplai oleh distributor resmi. Hal ini menyebabkan tingginya harga pupuk bersubsidi di kios tersebut.

Rusyasmudi, salah satu petani bawang kawasan Parangtritis mengaku untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ia harus membayar Rp 150.000 untuk 50 kilogram. Sementara jika ia membeli pupuk bersubsidi di kios distributor, hanya perlu mengeluarkan uang Rp 120.000 per 50 kilogram.

"Kami kesulitan membeli pupuk bersubsidi di kios resmi. Di sekitar kami sulit menemukan kios dari distributor resmi. Harga melambung karena kami membeli pupuk bersubsidi di kios tidak resmi jadi harganya lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET)," jelasnya.

Ngadiso, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur Parangtritis mengaku hal serupa. Untuk mendapatkan pupuk di kios resmi hanya ada di wilayah Kecamatan Sanden. Padahal jarak antara Desa Parangtritis Kecamatan Krerek dengan Kecamatan Sanden mencapai sekitar lima kilometer.

Menanggapi keluhan petani tersebut, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Ir Pulung Haryadi MSi, mengaku akan segera membenahi distribusi pupuk antarkecamatan. Sebagai solusi, DPPKP tengah mendaftarkan salah satu kios milik kelompok tani setempat kepada distributor pupuk resmi.

"Kami akan segera mendaftarkan kios yang dikelola kelompok tani setempat ke distributor resmi pupuk bersubsidi supaya petani mendapatkan harga agak murah," katanya.

Pulung memastikan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantul tahun 2018 mencukupi. Alokasi pupuk bersubsidi di Bantul untuk tahun ini mencapai 27.808 ton. Jumlah tersebut meningkat 3.520 ton dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Jumlah itu, imbuh Pulung disesuaikan dengan hasil penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi 2018 dari semua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Bantul. Gapoktan yang terdata saat ini sebanyak 800 Gapoktan. Peningkatan alokasi dilakukan karena kebutuhan pupuk menyesuaikan luas tambah tanaman. (Aje)

BERITA REKOMENDASI