Petani Lahan Pasir Makin Keras Tolak Pembangunan Kantor BMT

Editor: KRjogja/Gus

SANDEN, KRJOGJA.com – Penolakan petani lahan pasir terhadap rencana pembangunan kantor Baitul Maal wa Tamwil dibekas Sub Terminal Agribisnis (STA) kian memanas. Sejumlah spanduk penolakan rencana pembangunan terpasang disejumlah sudut STA. Rencana pembangunan kantor BMT tersebut dinilai bertolak belakang dengan kondisi masyarakat kawasan tersebut yang mayoritas bergerak disektor pertanian.

“Lokasi yang akan digunakan untuk membangun kantor BMT itu dahulu pasar lelang. Mestinya pemerintah desa berembug dulu jangan tiba-tiba membangun. Karena kami memiliki STA itu untuk kemajuan dan kesejahteraan petani lahan pasir dan persawahan,” ujar Ketua Kelompok Tani Lahan Pasir Manunggal, Subandi, Jumat (28/8).

Subandi mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir pihaknya terus mendorong pemuda untuk terjun dibidang pertanian. “Kami bimbing pemuda untuk menjadi pengusaha bidang pertanian, bisa jadi pengepul, pemasaran dan sudah berhasil. Oleh karena itu saya minta dukungan sepenuhnya karena terkait dengan ketahanan pangan,” ujar Subandi.

Jika pembangunan kantor tetap dipaksakan petani akan melakukan perlawanan. Subandi yang juga perintis pertanian lahan pasir mengungkapkan, jika mangkraknya STA karena petani tidak kuat lagi merenovasi. “Kami sudah lima kali memperbaiki atap, tolong pemerintah perhatikan rakyat petani dikawasan ini,” jelasnya.
Selain itu, ketika STA bisa dimanfaatkan bisa mencapai 10 ton per hari transaksinya. Mestinya pemerintah mencarikan jalan keluar atas permasalahan yang membelit petani. Jangan malah disewakan untuk hal yang tidak ada kaitannya dengan sektor pertanian.

“Masyarakat pesisir selatan ini mayoritas petani. Sekarang petani dengan BMT penting mana. Kok tiba-tiba mau membangun kantor BMT di bekas STA,” jelasnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI