Petani Manfaatkan Sumur Bor Mengairi Sawah

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com  – Musim kemarau saat ini menyebabkan banyak sumber air mengering, sehingga sungai menyusut debit airnya. Bahkan tak jarang beberapa sungai menjadi kering. Seperti halnya di wilayah Kecamatan Kalasan dan Berbah Sleman.

Korwil UPT Pelayanan Sumber Daya Air Wilayah Timur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Martono mengungkapkan tak hanya di bendungan, aliran air dari sungai-sungai kecil juga mulai mengering. "Di wilayah Kalasan, Sungai Tepus dan Sungai Wareng airnya sangat kecil. Bahkan Sungai Pete kini sudah kering. Tetapi ada beberapa sungai dengan aliran kecil masih mendapat suplesi dari sungai lain," terangnya.

Misalnya saja, lanjut Martono, Sungai Pete mendapat suplai dari Sungai Opak atau sungai kecil lainnya dapat suplai dari Sungai Kuning. Namun untuk mengatasi hal itu, kini petani mulai memanfaatkan sumur dalam/bor agar dapat mengairi area persawahan.

Di wilayah UPT SDA Timur, sedikitnya ada 15 sumur dalam di Kalasan dan Berbah. Hanya saja, tidak semua sumur tersebut beroperasi. Menurutnya, petani dapat memanfaatkan dengan biaya operasional kelompok tani, untuk debitnya rata-rata 20-30 liter perdetik.

"Jika ada wilayah tidak teraliri sumur dalam, maka petani berinisiatif memanfaatkan sumur pantek milik sendiri atau swadaya. Namun, tak jarang beberapa wilayah yang masih teraliri dari sungai sekitar petaninya menanam padi," tandasnya. (Adk)

BERITA REKOMENDASI