Petani Minta Sultan Hentikan Penambangan

BANTUL, KRJogja.com – Petani lahan pasir Srigading Sanden Bantul sudah tidak tahan dengan ulah para penambang pasir yang mengeruk material diarea tersebut. Bahkan mereka minta Raja Kraton  Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X turun tangan menghentikan praktik pengerukan pasir ilegal tersebut. 

"Tanah yang dikeruk itu statusnya Sultan Ground milik Kraton Yogyakarta, yang punya Sultan kami berharap ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, Wakil Bupati Bantul datang , tetapi setelah itu penambangan juga kembali terjadi," ujar sumber yang enggan disebut jati dirinya itu, Minggu (17/09/2017). 

Sumber tersebut mengatakan, untuk sekarang ini kerusakan lingkungan sudah sangat parah karena bekas galian tersebut sudah jadi kolam untuk budidaya ikan. Mestinya sebelum semua lingkungan rusak, praktik pengerukan pasir ilegal itu dihentikan. Jika sudah seperti sekarang ini semua sudah rusak  sulit untuk mengembalikan kondisi lahan. 

Sesuatu yang membuatnya heran adalah, lahan di wilayah Srigading itu milik anggota TNI.  "Yang punya hak garapan itu seorang anggota TNI, itu yang membuat kami disini tidak berani berbuat apa -apa," ujar warga Srigading Sanden Bantul itu. 

Wakil Bupati  Bantul H Abdul Halim Muslih sebelumnya mengatakan, pak dukuh dan lurah tidak boleh takut ketika ada tindakan ada tindakan yang merusak lahan atau lingkungan. Dalam persoalan ini pemilik lahan salah, panembang juga salah, yang transaksi salah. Namun, masih mendorong yang  bersangkutan untuk menghentikan aktivitasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI