Petani Optimis Panen Raya Harga Brambang Melonjak

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petani bawang merah di Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul optimis panen raya awal bulan September mendatang bakal memberikan harga terbaik. Harga bawang merah dari lahan sawah berangsur merangkak naik kisaran Rp 16 ribu /kg untuk kualitas super. Sementara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul memberikan pinjaman bibit bawang merah kepada petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

‎Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala Kalurahan Srigading, H Abdul Mukhid, Kamis (26/08/2021) mengatakan, umur bawang merah dilahan sawah Srigading berumur 55 hari dan ketika menginjak 65 hari atau paling lama 70 hari sudah dipanen. Petani mulai tanam bawang merah 1 Juli 2021, sehingga awal September 2021 masuk panen raya lahan sawah serentak di Kalurahan Srigading.

Selain itu, Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala punya terobosa untuk mendongkrak animo petani menanam bawang merah. Salah satunya menggulirkan program meminjami bibit bagi anggota kelompok. Pinjaman tersebut dikembalikan setelah masa panen selesai.

“Dari kelompok sudah menyalurkan 17 ton bibit bawang merah jenis tajuk. Keungguan varietas ini memiliki produktivitas sangat bagus. Produksi perhektarnya bisa menembus 20 ton. Keunggulan lainnya ialah lebih tahan terhadap serangan hama sehingga biaya perawatan lebih hemat,” ujar Abdul Mukhid.

Dijelaskan, uji coba pertama dilakukan masa tanam (MT) pertama sanggup menghasilkan 15 ton per hektar. Kemudian MT dua bertepatan musim kemarau produktivitasnya diprediksi tembus 20 ton per hectare.

Harga bawang merah jenis tajuk cukup tinggi yakni Rp 16 ribu perkilogram untuk kualitas super. Sedang kualitas biasa dihargai Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogramnya. Dengan harga tersebut petani tetap akan meraup untung banyak.

Bahkan Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala sudah menjalin kerjasama dengan masyarakat Sanden yang tinggal di DKI Jakarta dan sekitarnya termasuk luar Jawa. Mereka punya komitmen siap membeli dan menjualkan bawang merah milik petani Srigading jika harga jatuh tidak sesuai prediksi.

“Kalau berusaha bagaimana caranya petani menjual bawang merahnya tidak rugi. Salah satunya dengan membuat banyak jaringan untuk penjualan bawang merah. Tidak sekadar di pasar-pasar, tetapi menyasar perseorangan warga Sanden yang tinggal di luar kota. Kita punya Paguyuban Warga Sanden di Jakarta,” ujarnya.

Petani bawang merah lainnya, Estu Dwi Subekti mengatakan, awal panen raya bawang Bulan September tidak berbarengan dengan pusat bawang merah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga bisa mendongkrak harga jual bawang merah. “Ketika pusat ekonomi mulai dibuka, pasar-pasar dibuka lebih lama, warung makan hingga hotel sudah bisa mekan ditempat. Kami optimis bawang merah harganya naik,” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI