Petani Tuding Pemerintah Utamakan Pemodal Besar

BANTUL (KRjogja.com) – Rencana pemerintah merelokasi tambak udang di pesisir selatan Bantul jadi satu dikawasan Tegalrejo Desa Srigading Sanden Bantul bakal tak berjalan mulus. Reaksi petani dikawasan tersebut atau tepatnya diutara Pantai Pengklik terang-terangan mengisyaratkan menolak. Petani menuding dipindahkannya semua tambak udang ke Tegalrejo sebuah siasat pemerintah memihak pemodal besar. Sementara petani yang selama ini menjadikan kawasan itu sumber penghidupan justru diabaikan nasibnya. Sementara Pemerintah Desa (Pemdes) Srigading berjanji tidak akan gegabah dalam pendirian tambak udang diatas lahan 111 haktare itu.

Suraji salah satu petani yang ditemui KRjogja.com, Senin (19/9/2016) mengaku sudah mendengar lahan garapanya bakal dialih fungsikan jadi kawasan tambak udang. Jika dalam perjalanannya terealisasi, sama artinya merampas sumber penghidupan rakyat. "Sudah kami dengar kabarnya lahan ini mau dijadikan tambak, semua tambak di Bantul pindah ke sini. Tetapi itu hanya bagi pemilik modal, sementara petani seperti kami jelas disingkirkan," ujarnya. Warga Celan Srigading ini menuding, dengan dibukanya kawasan tambak udang. Petani setempat yang dulunya jadi penggarap memang bakal dapat pekerjaan baru.

"Petani seperti kami saya yakin diberi pekerjaan, tetapi sekadar dijadikan buruh di rumah sendiri, itu yang kami tidak mau," ujarnya.  Oleh karena itu, pihaknya berharap jika lahan mau dialihfungsikan terus petani mau disuruh makan apa. "Terus terang saya sendiri hanya menyewa lahan milik desa, tetapi rasanya kok tidak rela," jelasnya.  Petani dengan modal sedikit mestinya dijaga agar tetap berhatan. Jangan sebaliknya justru dikalahkan demi membela kepentingan pemodal besar.

Terpisah Lurah Desa Srigading Sanden Bantul, Wahyu Widodo SE mengungkapkan, dikawasan tegalrejo sudah ditetapkan sebagai tempat relokasi tambak udang. Namun pelaksanannya masih belum ditentukan karena prosesnya masih panjang. "Kawasan ini sudah ditetapkan sebagai tempat relokasi tambak udang, totalnya 111 hektare.  26,5 milik kas desa dan pelungguh," ujar Wahyu. (Roy)

BERITA REKOMENDASI