PG Madukismo Tetap akan Berproduksi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pabrik Gula (PG) Madukismo PT Madubaru Kasihan Bantul, merupakan satu-satunya pabrik gula di DIY yang dibangun sejak 1955. Pabrik ini harus tetap berdiri dan berproduksi.

Hal tersebut ditekankan Ir H Rahmat Edi Cahyono MSi, mantan direktur PT Madubaru yang sekarang dipercaya menjadi Komisaris PT Madubaru, pada acara serah terima jabatan Direktur PT Madubaru. Sedangkan Drs Irwan Riwanto Rares MSc ATK mulai 1 Januari 2019 dipercaya menjabat Direktur PT Madubaru untuk menggantikan Ir H Rahmat Edi Cahyono.

Dengan perubahan tersebut, struktur jabatan Komisaris dan Direktur di PT Madubaru menjadi berubah, yakni Komisaris Utama GKR Mangkubumi, jabatan Komisaris dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Djoko Retnadi SE, dan Komisaris PG Madubaru Ir H Rahmad Edi Cahyono. Jabatan General Manajer yang semula kosong, sekarang diisi Ir Nugroho Budi Santosa.

Sejak berdirinya pabrik gula Madukismo awal 1955, Drs Erwan merupakan Direktur PT Madubaru yang ke-14. Rahmat Edi Cahyono menambahkan, kondisi pabrik gula Madukismo sering mengalami kesulitan pengadaan bahan baku tebu.

Hal ini karena keluasan lahan semakin berkurang akibat pengembangan bangunan, sehingga Madukismo mendatangkan bahan baku tebu dari luar DIY. Dengan pemasukan bahan baku dari luar DIY, Madukismo hingga kini tetap mampu berproduksi sesuai dengan target setiap tahun.

"Karena itu, pabrik gula satu-satunya di DIY yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja ini harus tetap lestari," kata Rahmat Edi.

Pada musim giling 2018 lalu, Madukismo dipercaya pemerintah untuk mengolah gula mentah atau raw sugar. Sehingga masa giling Madukismo 2018 cukup panjang. Sementara musim giling 2019 diperkirakan awal Mei 2019. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI