Pilkada 2020, PKS Usung Amir Syariffudin

BANTUL, KRJOGJA.com – Bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Bantul kian menarik dengan banyaknya pilihan tokoh-tokoh yang siap maju. Setelah sebelumnya dari beberapa parpol mendeklarasikan mengusung calon, kini DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul mendeklarasikan diri bakal mengusung Amir Syariffudin untuk maju meramaikan bursa Pilkada 2020. 

Sementara itu, PKS juga melirik calon incumbent yang diprediksikan siap berlaga lagi dalam Pilkada 2020. Ketua Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Bantul Arif Haryanto kepada KRJOGJA.com, Senin (16/12/2019) menuturkan dua incumbent saat ini yakni Drs H Suharsono dan H Abdul Halim Muslih banyak diprediksikan akan berpisah pada Pilkada 2020. Maka dari itu PKS tengah melirik dua paslon tersebut.

"Kami belum menentukan akan berkoalisi dengan siapa namun bisa dengan Pak Harsono bisa pula dengan Pak Halim. Yang jelas dari rekomendasi di 17 kecamatan kami bulat mengusung Pak Amir Syariffudin yang saat ini duduk di DPRD DIY," ujarnya usai pelaksanaan Kemah Kader PKS Bantul di Bumi Perkemahan Karanganyar Gadingharjo Sanden Bantul, Senin (16/12/2019). Ditambahkan Arif, dukungan deklarasi dan pengerucutan nama Amir ini dihadiri 250 kader dari 17 DPC PKS Bantul.  

Sebelumnya, ada 3 nama yang muncul, masing-masing Arif Rahman Hakim, Agus Sumartono dan Amir Syarifudin. Amir menduduki peringkat pertama aspirasi dari arus bawah. Selain itu dari hasil pemilihan anggota legislatif 2019, elektabilitas Amir Syarifudin tergolong tinggi dengan perolehan suara lebih dari 25.000.

Ditambahkan Arif, selanjutnya nama Amir Syarifudin akan diajukan ke DPP PKS melalui DPW PKS DIY untuk mendapat rekomendasi. Ditambahkan Arif, PKS mantap mengusung kadernya dengan Jargon "Wis Wayahe Bantul Luwih Apik".

Terpisah, Koordinator Wilayah Da'wah DIY Wadji Rahman sebagai bagian DPP PKS mengaku memberikan rekomendasi berdasarkan aspirasi dari kader di tingkat bawah. 

"Kalau melihat dukungan yang sangat besar terhadap Pak Amir pada pileg 2019. tidak sulit untuk memperoleh rekomendasi. Dukungan dari kader di daerah menjadi pertimbangan terpenting dalam memberikan rekomendasi," jelasnya.

Ditambahkan Wadji, dengan kemunculan nama akan lebih memudahkan bagi PKS untuk menjalin komunikasi politik dengan partai lain. "Dengan perolehan 4 kursi pada pileg 2019, PKS harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung Calon Bupati dan calon Wakil Bupati pada.pilkada Bantul 2020. Keputusan untuk mengusung kader pada pilkada Bantul 2020 dilakukan karena pada pilkada sebelumnya PKS tidak mengusung kadernya sebagai calon Bupati dan calon wakil bupati," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Amir Syarifudin mengaku siap menjalankan amanat partai. Menurutnya tidak masalah apakah nanti ia akan bersanding dengan salah satu dari incumbent atau bahkan tokoh lain. "Hubungan dengan dua incumbent selama ini baik-baik saja dan tidak ada masalah jadi dengan siapa saja saya siap," jelasnya.

Ditambahkan Amir,  PKS Bantul sengaja baru memunculkan nama calon, setelah banyak parpol sudah jauh hari mengumumkan calon yang akan diusungnya. "Sebagai partai politik PKS Bantul tidak hanya menjual figur kader. Namun lebih dari itu PKS Bantul ingin memastikan mesin partai bergerak dengan optimal mendukung kader yang diusung," jelasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI