Pilkada Bantul, Nasdem dan Muhammadiyah Munculkan Cawabup Alternatif

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Bursa Pilkada Bantul 2020 semakin menarik dengan maraknya calon baik cabup ataupun cawabup yang mulai bermunculan. Setelah sebelumnya PDIP mengantongi 5 nama, kini sebagian kader Nasdem dan sebagian tokoh Muhammadiyah memunculkan cawabup alternatif.

Meski dari PAN telah mengklaim bakal mengusung Mahmud Ardi Widanto namun sebagian kader Muhammadiyah terutama kawasan Bantul Utara memunculkan nama Yusron Rusdiono sebagai calon alternatif cawabup.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantul Utara, Anan Sarjito kepada wartawan, Selasa (3/12) menuturkan selain dari sebagian warga Muhammadiyah, nama Yusron juga didukung oleh Forum Mantan Lurah kawasan Bantul Timur.

"Yusron merupakan kader Muhammadiyah. Kami memunculkan tokoh milenial dan alternatif supaya pilihan masyarakat beragam. Lembaga Muhammadiyah memang tidak berpolitik praktis namun jika ada kader Muhammadiyah yang berkualitas dan layak kami siap mewakafkan kader kami," ujarnya.

Mantan lurah Banguntapan yang juga Sekretaris Nasdem Bantul, Rustam Fathoni menambahkan sebagian kader Nasdem yang beberapa merupakan tokoh masyarakat dan mantan lurah sepakat mendukung Dr Yusron Rusdiono, SH,MSi menjadi cawabup Bantul.

Kemunculan naman Yusron karena kiprahnya selama ini yang aktif memperjuangkan warga miskin, kaum disabilitas dan juga aktivis pendidikan. "Kami ingin mengembalikan kejayaan Bantul sebagai Bumi Projotamansari yang gemah ripah loh jinawi seperti di era kepemimpinan Bupati periode 2000-2004 lalu," tegas Fathoni.

Yusron Rusdianto menambahkan Bantul saat ini merupakan kawasan yang "tanggung". "Bantul itu tanggung, kota sekali enggak desa sekali juga enggak. Sangat prihatin saat ini prestasi dan kemajuan Bantul kalah dengan Gunungkidul. Ini yang harus diperbaiki terutama pemberdayaan masyarakatnya," tegasnya.

Diakui ia telah mendaftarkan diri menjadi tokoh yang diusung oleh Nasdem. Dengan komunikasi yang telah dilakukan dengan beberapa parpol bahkan dengan calon bupati maka pihaknya optimis akan memperoleh suara realistis sekitar 300 ribu. (Aje)

 

 

BERITA REKOMENDASI