Pilkades dan Pilkada 2020, Waspadai Disinformasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Menjelang Pilkades dan Pilkada 2020, masyarakat diimbau mewaspadai potensi konflik sosial yang  diakibatkan informasi menyebabkan polemik dan kesalah pahaman di Media Sosial (Medsos). Disinformasi  biasanya banyak beredar pada saat momentum politik.

"Jadi kewaspadaan tidak hanya informasi berita hoax saja akan tetapi disinformasi juga harus diwaspadai," jelas Koordinator Forum Muda Lintas Iman Yogyakarta (Formuliyo), Ja'faruddin disela Diskusi dan Workshop Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol Kabupaten Bantul, Kamis (13/12/2019).

Ditambahkannya momentum politik seperti Pilkada dan Pilkades rentan terjadi disinformasi.  "Biasanya disinformasi dan informasi hoax tersebut sengaja diblow-up untuk menyebarkan konflik. Maka dari itu diperlukan peran serta seperti tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan Organisasi Kepemudaan (OKP) bahkan tokoh agama. Maka dari itu bijak dalam mengkonsumsi berita dan bermedia sosial," ujarnya.

Ditegaskannya  disinformasi sangat penting untuk dicegah karena dapat menghancurkan demokrasi,memecah belah bangsa Indonesia, bahkan Ideologi Pancasila, Kepala Kesatuan Kebangsaan Kabupaten Bantul, Drs Fatoni menuturkan kegiatan dilakukan sebagai bagian dalam upaya melakukan deteksi dini mencegah potensi konflik sosial jelang Pilkades dan Pilkada 2020 mendatang. Pihaknya berharap masyarakat Bantul menjadi masyarakat yang cerdas dan bijak ditengah arus informasi yang ada. Selain itu diharapkan situasi dan kondisi yang ada di Bantul semakin tetap kondusif.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Bantul, Hanum Hanifah mengaku miris dengan kondisi saat ini dimana predikat City of Tolerance di DIY menjadi rusak dengan maraknya beberapa kasus intoleransi di Bantul. (Aje)

BERITA REKOMENDASI