Pisau Batik Asal Bantul Tembus Pasar Asia dan Eropa

Editor: KRjogja/Gus

KASIHAN, KRJOGJA.com – Kerajinan pisau batik logam Dusun Krengseng Desa Bangunjiwo Kasihan Bantul makin berkembang. Dirintis oleh Sudiman produk kerajinan tangan itu mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan. Tidak hanya pasar lokal jadi sasaran bidik penjualan. Berapa negara di Asia dan Eropa mengakui kualitas produk tersebut.

Ditemui di rumahnya, Rabu (17/6) Sudiman menjelaskan perjalanan merintis usaha kerajinan pisau batik logam itu. “Kami tidak hanya memproduksi pisau batik tetapi juga pisau carving dan alat pertanian,” ujarnya.

Sementara untuk menjaga kualitas produk, Sudiman memanfaatkan stainless steel sebagai bahan baku. Dengan bahan baku tersebut ketika pisau sering dipakai akan kelihatan motif batiknya.

“Motif batik tidak akan hilang meski setiap hari dipakai. Justru semakin kelihatan keindahanya. Disitu akan kelihatan nuansa seni yang tergores dalam motif batik disetiap pada pisau,” ujarnya. Pembuatan pisau batik perlu skill mumpuni agar menghasilkan karya bernilai artistik tinggi.

Meski dirintis tahun 2000, tetapi baru tahun 2007-2010 kerajinan pisau batik mulai diterima pasar. Kemudian pada tahun 2015 industri pisau batik berada dipuncak kejayaan. Pada dekade itu permintaan tidak hanya mengalir dari nusantara. Tetapi beberapa negara di Asia dan Eropa melirik kerajinan ciptaan Sudiman itu.

BERITA REKOMENDASI