PKL Semakin Tercekik Akibat Kebijakan Penutupan Jalan

BANTUL, KRJOGJA.com – Kebijakan penutupan total di Jalan Parangtritis semakin ‘mencekik’ pedagang kaki lima (PKL) diruas jalan itu. Sejak awal pandemi mereka sebenarnya sudah terpukul lantaran penjualan terus anjlok. Setelah ditutup total, harapan bangkit dari kemelut ini rasanya semakin sulit.

Sementara Dinas Perhubungan Bantul tengah koordinasi agar Jalan Parangtritis dibuka khusus untuk keluar dari Bantul. “Sebagai pelaku usaha kecil, otomotis dampaknya sangat parah. Pemasukannya itu tidak ada. Paling seminggu laku 1 atau 2 mebel. Belum lagi saya juga harus menyisihkan uang untuk bayar kontrakan,” ujar pemilik lapak penjual mebel asal Dlingo, Lagiran, Kamis (8/7/2021).

Saat ini Lagiran sudah tidak tahu apa yang mesti dilakukan ditengah kondisi pandemi sekarang ini. “Ya mau bagaimana lagi, ya menurut saya ya jalani aja apa adanya,” jelasnya lirih.

Lelaki yang sudah lima tahun ngontrak di Jalan Parangtritis mengungkapkan jika untuk membayar kontrakan sudah berat sekali. Namun Lagiran juga menyadari kondisi sulit mungkin juga dialami oleh pedagang lainnya.

“Saya merasakan dampak dari pandemi ini sangat berat sekali, jual beli mebel online juga sepi, kios juga sepi apalagi Jalan Parangtritis ditutup sekarang ini sangat besar imbasnya,” katanya.

BERITA REKOMENDASI