PMJ Gelar Doa Bersama untuk Negeri

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pada bulan Agustus yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1443 H dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-76, Pondok Pesantren Masyarakat Jogja (PMJ) menggelar Doa Bersama Untuk Negeri, di Pondok PMJ, Dusun Kersan II, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

“Tujuannya, kita mengharap Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) agar Indonesia segera terbebas dari Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) dan umat dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala,” ujar Pengasuh Pondok PMJ Ustadz Puji Hartono.

Dalam kesempatan itu, dari Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama PMJ juga melaksanakan bakti sosial untuk masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Secara simbolis Kasubdit V Ditintelkam Polda DIY Kompol Sutikno, SIK., yang diwakili oleh IPTU Suwanto, S.Sos selaku Panit 2 Subdit V Ditintelkam Polda DIY menyerahkan paket sembako kepada Ustadz Puji Hartono dan perwakilan jamaah PMJ.

“Jangan sampai terjadi konflik sosial di masyarakat. Kerukunan, toleransi saling jaga, saling membantu antar masyarakat sangat dibutuhkan saat ini. Kita bantu warga yang sedang isoman maupun yang terdampak PPKM,” ajak Kang Puji, sapaannya.

Doa bersama untuk negeri, lanjutnya, mengangkat tema Merajut Ukhuwah Islamiyah Dalam Bingkai Kebhinekaan di Masa Pandemi COVID-19. “Semangat dari para pejuang Islam dan pejuang kemerdekaan kita bawa saat ini, agar kita dapat Merdeka dari Pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Rangkaian Doa Bersama Untuk Negeri terbagi menjadi 2 sesi. Pada Selasa (24/8/2021) pagi diikuti jamaah akhwat (perempuan) PMJ, dan malam harinya oleh jamaah ikhwan (laki-laki) PMJ yang juga dihadiri oleh Ustad Salim A. Fillah dari Masjid Jogokaryan.

Kang Puji juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah (persaudaraan) antar anak bangsa. Dia mencontohkan, selama pandemi ini banyak beredar informasi yang menyesatkan. Banyak informasi salah yang jadi benar maupun sebaliknya, informasi benar menjadi salah.

”Karena itu, tabayyun (memverifikasi sumber dan isi berita) dan kebersamaan ini menjadi penting supaya kita tidak mudah diadu domba,” pesannya. (*)

BERITA REKOMENDASI