Polda DIY Bantu Paket Sembako Komunitas Keroyokan Sedekah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jajaran Polda DIY kembali menggelar aksi sosial masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di tengah situasi pandemi Covid-19. Kali ini aksi sosial berupa pembagian sembako dilakukan di wilayah Sewon Bantul.

Melalui jajaran Direktorat Intel dan Keamanan (Ditintelkam), Polda DIY melakukan kegiatan penyaluran bantuan sembako pada pendiri gerakan Keroyokan Sedekah dan Angkringan Gratis, Joko Taruno yang juga merupakan tokoh masyarakat di Dusun Prancah Dukuh Rt 003 Desa Panggungharjo Sewon Bantul, Kamis (22/10/2020).

Kanit C Subdit IV Dit Intelkam Polda DIY, Kompol Harijanto didampingi Panit IPTU Karmin S Kom, serta IPTU Ismantoro SH dan sejumlah anggota, mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk silaturahmi, menjalin keakraban dan persaudaraan pihak kepolisian dengan masyarakat. Serta menyerap informasi yang terjadi di masyarakat di tengah penyebaran Pandemi Virus Corona, yang berdampak terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Di tengah masa pandemi seperti sekarang ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Karena itulah jajaran Dirintelkam Polda DIY berupaya memberi bantuan dan dukungan pada masyarakat. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kami juga tak henti menghimbau agar masyarakat senantiasa tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dsb serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai di wilayah DIY.,” katanya.

Pendiri gerakan Keroyokan Sedekah dan Angkringan Gratis, Joko Taruno, sendiri mengaku sangat berterimakasih pada jajaran Ditintelkam Polda DIY, yang telah memberikan dukungan berupa bantuan paket sembako tersebut. Menurutnya hal itu akan sangat bermanfaat dalam mendukung program Keroyokan Sedekah dan Angkringan Gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Joko mengaku rutin menjalankan program Keroyokan Sedekah serta Angkringan Jumat Gratis untuk membantu masyarakat kurang mampu. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 saat ini banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan berkurangnya penghasilan, sehingga perlu mendapat bantuan.

“Saya terinpirasi dengan masjid Jogokaryan, lalu mencoba mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan menyediakan snack di masjid-masjid setiap kali sholat Jumat. Makanan kecil itu berasal dari sumbangan masyarakat. Dari situ lalu munculah komunitas Keroyokan Sedekah. Saat ini sudah ada 33 masjid di Jogja yang kita sediakan makanan gratis, dengan menghabiskan 150 porsi nasi serta 700 snack per Minggu,” katanya.

Selain menyediakan snack dan makanan gratis di sejumlah masjid, komunitas ini juga rutin menjalankan program angkringan gratis bagi warga membutuhkan. Mereka akan diberikan 1000 nasi bungkus, 150 gorengan, 500 tusuk sate, serta sembako seperti gula dan teh. Dan sang pemilik angkringan akan diberikan upah Rp 50.000 Sampai saat ini sudah ada 10 angkringan gratis yang beroperasi.

“Kendala kita tentu saja pendanaan. Karena setiap minggunya kita butuh minimal 2 kantong beras. Itu belum termasuk kebutuhan lainnya. Karena itu kita sangat berterima jika ada pihak-pihak donatur yang mau membantu. Termasuk dari jajaran Polda DIY seperti ini,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI