Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu e-KTP

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRJogja.com) – Reskrim Polres Bantul berhasil menggagalkan praktik penggelapan mobil rental bermodus menggunakan KTP palsu. Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka  yakni Ds (31), warga Ngaran Mlese Ceper Klaten Jawa Tengah dan M (44), warga Perum KCVRI  Kelurahan Jaten Karanganyar Jawa Tengah. Dalam kasus itu penyidik menyita barang bukti  Daihatsu Xenia AB 1584 RK, seperangkat CPU, dan dua lembar KTP.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SH SIK didampingi Kanit IV Reskrim Polres Bantul, Ipda  M Andri Setiawan SH dan Kasubag Humas Polres Bantul AKP Sulistyaningsih, Rabu (21/3) mengatakan, kasus tersebut bermula pemilik rental mobil di Sewon Nandar Prasetya (24) melapor ke polisi lantaran curiga jika e-KTP penyewa palsu. 

"Waktu itu ada laporan dari pemilik rental, selanjutnya kita kembangkan dan berhasil mengamankan dua orang pelaku," jelas Anggaito Hadi Prabowo. Dijelaskan, kasus tersebut bermula pada Jumat 9 Maret 2018. Waktu itu  pelapor menerima pesanan sewa mobil melalui aplikasi What’s App.

Kemudian sekitar pukul 23.00, penyewa mobil datang mengendarai Daihatsu Xenia dengan masksud menyerahkan persyaratan sewa mobil berupa KTP. 

Setelah itu e-KTP seorang perempuan yang dikatakan sebagai istrinya atas nama Yeni Sumarti alamat Perum Bumi Graha Indah RT 04/11 Jaten, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah diserahkan. Selanjutnya e-KTP discan dengan aplikasi di handphone, hasilnya foto wajah di e-KTP berbeda dengan foto hasil scan. Kemudian pelapor meminta identitas selain e-KTP tersebut. Pelaku beralasan bila e-KTP miliknya baru digunakan sebagai jaminan sewa mobil.

Merasa curiga mobil yang rencananya akan disewa tidak jadi diserahkan dan langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi. Sementara calon penyewa mobil yang diketahui berinisial Ds diamankan polisi.

Sementara M Andri Setiawan menambahkan, setelah itu polisi mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap rekan Ds berinisial M di Karangayar Jawa Tengah. Tersangka M ini berperan sebagai pembuat e-KTP palsu.

Dari hasil penyelidikan diketahui jika Xenia putih yang dibawa Ds merupakan hasil penggelapan di rental mobil lainnya. Mereka menjalankan aksinya dengan modus sama yakni dengan memalsukan identitas. Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, tersangka dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. “Ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” kata  M Andri. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI