Polisi Buru Keberadaan Teman Nani Berinisial R

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Upaya pendalaman kasus sate beracun yang menelan korban jiwa Naba Fais (10) warga Salakan Bangunharjo Sewon Bantul dengan tersangka Nani Aprilia (25) warga Majalengka Jabar terus dilakukan oleh Tim Satreskrim Polres Bantul. Kini petugas mulai melacak keberadaan lelaki berinisial R yang disebut-sebut oleh tersangka memberi saran untuk mengirim sate dicampur racun KCN ke Tomi seorang anggota Polri di Polresta Yogyakarta warga Tamantirto Kasihan Bantul.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi SH MH dalam pengakuan awal tersangka melakukan pengiriman sate beracun atas saran R yang merupakan langganan di salon tempat kerjanya. Lelaki berinisial R ini menurut pengakuan pelaku mencintainya, tetapi ia tidak menggapai cinta itu karena lebih memilih Tomi yang diharapkan mau menikahi.

Tetapi kenyataanya Tomi tidak mau mempersunting tersangka sehingga membuatnya sakit hati. Karena ada pengakuan itu Polisi aka memburu R kerena dinilai turut menyarankan tersangka melakukan tindakan pembunuhan berencana. “Apakah itu benar ada orangnya atau hanya karangan tersangka, kami akan terus mendalami,” papar Ngadi.

Dari hasil pelacakan Polisi, pria berinisial R yang dimaksud tersangka memang. Hal itu terbukti dari phone book di HP pelaku, namun nomor tersebut kini sudah tidak dapat dihubungi. Tersangka juga mengaku R itu sering mengendarai mobil Pajero. “Kami akan terus mendalami dan memburu siapa lelaki berinisial R ini, jika benar-benar ada menurut tersangka,” imbuhnya.

Ditanya tentang nama Tomi yang disebut-sebut pelaku sebagai target utama pengiriman sate beracun, Ngadi mengungkapkan jajarannya akan mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan secepatnya terhadap yang bersangkutan. Pemanggilan ini dilakukan untuk mengungkap motif kasus ini sebenarnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.

Adanya informasi jika Tomi telah menikah siri dengan pelaku, Ngadi menegaskan ia belum mengetahui itu. Ada keterangan beberapa saksi yang melihat Tomi sering berada di rumah kos pelaku di Piyungan, hal itu juga akan didalami.

Ngadi mengungkapkan pemeriksaan terhadap tersangka maupun saksi dalam kasus ini akan dipercepat. Ia menargetkan paling lama berita acara pemeriksaan ini 2 bulan sudah dikirim ke Kejari.

Sementara saat ini, Satreskrim Polres Bantul masih menunggu hasil laboratorium tentang racun yang terkandung dalam sate dan snack yang dimakan oleh korban yang mengakibatkan nyawa melayang. Hasil laboratorium akan dipersiapkan untuk keperluan di persidang. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI