Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Mayat Dibakar di Bumi Perkemahan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJogja.com – Polisi sudah menentapkan Ny Nr (32) warga Umbulharjo Yogyakarta sebagai tersangka dalam kasus pembakaran jenazah  I Gede Suka Negara (52) asal Bali. Sementara Jr yang kini baru menginjak usia 12 tahun tidak dilakukan penahanan. Hingga kini polisi terus mengusut kasus pembakaran mayat dengan dalih untuk dikremasi yang terjadi di Bumi Perkemahan Tunas Wirabakti Karanganyar Gadingharjo Sanden Bantul  itu. 

Dari kasus itu polisi menyita barang bukti sepeda motor milik tersangka dan kasur tipis untuk membuat jenazah korban selama dalam perjalanan. Kanit Buser Sat Reskrim Polres Bantul, Ipda Supriyadi SH, Sabtu  (19/11) mengatakan, dalam kasus pembakaran mayat itu tersangka dijerat dengan pasal  170 sub 181 KUHP tentanh pengrusakan terhadap orang atau barang secara bersama sama subaider menghilangkan mayat.

Dijelaskan setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif dari tersangka Ny Nr memang tidak ada motivasi lainnya kecuali ingin mengkremasi. "Motivasinya ingin melakukan kremasi layaknya masyarakat Bali meninggal, tetapi mengkremasi itu kan biayanya mahal sedang perempuan itu tidak punya uang. Akhirnya mengambil langkah dengan dibakar sendiri, " ujarnya.  Terkait  ada tidaknya pesan khusus dari  korban sebelum meninggal minta dibakar ketika meninggal. Supriyadi memastikan, Ny Nr bertindak atas inisiatif sendiri tanpa ada pesanan khusus dari teman dekatnya itu. 

Selama ini baik korban dan tersangka memang hidup bersama , namun mulai tinggal satu atap dikos sejak satu setengah bulan lalu sejak orang Bali tersebut sakit -sakitan.  Bahkan korban yang sebelumnya bekerja swasta itu harus berobat rutin di RS Hidayatullah  Yogyakarta.  Bahkan sebelum meninggal, Selasa lalu, mestinya harus kontrol di rumah sakit. Namun belum sempat dilakukan ternyata kondisi kesehatannya terus menurun akhirnya meninggal dunia.

"Korban ini menderita penyakit gula, sehingga kesehatan terus menurun dan sejak itu tidak kerja lagi," ujar Supriyadi. 

Supriyadi mengatakan,  selama ini memang sudah merawat korban dengan baik termasuk mengantar periksa ke rumah sakit. Bahkan sebelum meninggal  Selasa lalu , sekitar pukul 16.00 sempat menyuapi makan.  Setelah meninggal pukul 19.00 memang kepanikan tiba -tiba melanda. Karena orang Bali mestinya harus dibakar sesuai adat masyarakat di sana. Namun karena keterbatasan uang, akhirnya prosesi kremasi dilakukan dengan caranya sendiri. Setelah itu itu akhirnya muncul ide mayat korban dibuntal dengan kasur tipis dan diikat dengan tali. Setelah itu diboncengkan motor menuju bumi perkemahan. "Ide pemilihan lokasi itu karena sebelum anaknya, Jr ini kemah di sana," ujarnya.  (Roy)

BERITA REKOMENDASI