Polres Bantul Bongkar Sabu 1 Kilogram, Tersangka Ditembak

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Satuan Narkoba Polres Bantul Polda DIY membongkar kasus peredaran sabu seberat 1,1 kg. Barang bukti tersebut tersebut disita dari tersangka Swh (29) warga Kelurahan Kadipaten Kraton, Kota Yogyakarta. Tersangka akhirnya roboh ditembak petugas ketika berusaha kabur saat mencari barang bukti. Kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas Polres Bantul Polda DIY.

“Tersangka Swh ini residivis dalam kasus sama, waktu itu ditangani Ditnarkoba Polda DIY,” ujar Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono SIK MH didampingi Kasatresnarkoba Iptu Ronny Prasadana SIK MH, dan Kasubag Humas Polres Bantul, AKP Sulistyaningsih, Selasa (3/3/2020).

Wachyu mengatakan, tersangka merupakan ‘pemain’ yang sebenarnya jadi lama diincar petugas. Setelah dilakukan penyelidikan di lapangan, Swh disergap ketika turun dari mobil di kosnya Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul Senin lalu. Bahkan bahkan ketika diminta menunjukkan barang bukti, tersangka kabur dan petugas langsung menembaknya.

Petugas melakukan penggeledahan di kamar tersangka dengan menyita barang bukti, paket kristal narkotika jenis sabu, 2 plastik klip berisi irisan daun yang diduga mengandung narkotika dan 15 (lima belas) tablet pil Riklorona ditemukan di almari.

“Total barang bukti sitaan antara lain sabu seberat 1.138,5 gram, tembakau gorila seberat 25,68 gram, Ganja 25,58 gram, Riklona 15 tablet dan obat daftar G sebanyak 1000 butir,” jelasnya.

Petugas juga menyita, tiga buah timbangan digital, tiga buah alat hisap sabu (bong), dua buah korek, satu buah alat perekat plastik, sembilan unit handphone, Kartu ATM, Buku Tabungan dan 1.000 buah plastik klip bening.

Tersangka mengaku, barang tersebut diperoleh dari seseorang yang kini dalam DPO Satresnarkoba Polres Bantul.
Modus tersangka dalam mengedarkan sabu cara mengemas dalam paket kecil berisi 0,5 gram dan dimasukkan ke dalam bungkus permen. Satu paket tersebut dijual Rp 600 ribu.

Tersangka dijerat Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 112 ayat Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor : 05 Tahun 2020 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dan Pasal 62 Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancaman paling ringan dipenjara selama 6 tahun paling berat adalah hukuman mati. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI