Polres Bantul Fokus Lalu Lintas dan Prokes Selama Zebra Progo 2021

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas melebihi angka kematian karena kasus kejahatan, sehingga angka kecelakaan lalu lintas merupakan kasus pembunuhan tak sengaja tertinggi di Indonesia. Ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bantul, AKBP Ihsan SIK usai memimpin gelar pasukan Operasi Zebra Progo 2021 di halaman Mapolres Bantul Senin (15/11/2021).

Dikemukakan Kapolres Bantul, selama 2021 angka kematian atau meninggal dunia ,(MD) akibat kecelakaan lalu lintas di DIY mencapai 488 orang. Untuk Bantul sendiri sesuai data di Unit Lakalantas, angka kecelakaan lalu lintas 2021 hingga Senin kemarin tercatat 1.516 kejadian, mengakibatkan 123 orang meninggal dan 1.680 luka ringan.Kerugian materi Rp 690. 982.000.

Operasi Zebra Progo 2021 digelar mulai Senin kemarin dan akan berakhir 28 November 2021, dengan mengerahkan 150 personel Polres Bantul didukung dari TNI Kodim 0729 Bantul, Dishub dan Satpol PP Bantul. Tetapi menurut Kapolres Bantul, selain 150 personel yang terdaftar dalam ploting, anggota Polres yang lainnya siap ditugaskan dalam giat Ops Zebra 2021.

Dalam Ops Zebra Progo 2021 tidak hanya terkait masalah lalu lintas, tetapi juga bertujuan mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, untuk mencegah jangan sampai terjadi penularan Covid-19 lagi. “Ini penting untuk dipatuhi dalam upaya menghindarkan munculnya klaster Vovid-19 lagi, untuk itu kami juga melibatkan TNI, Dishub maupun Satpol PP,” tegas AKBP Ihsan.

Dijelaskan, selama Ops Zebra Progo 2021 akan mengutamakan penangkalan dan pencegahan terjadinya pelanggaran yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran prinsip atau kasat mata, seperti melanggar lampu pengatur jalan, tidak pakai helm, knalpot blombongan dan sejenisnya akan tetap dikenakan Tilang dengan perlakuan humanis. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI