PPM LPPM-UAD Beri Pelatihan Diversifikasi Produk Wedang Uwuh di Imogiri

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KEJOGJA.com – Perajin minuman kesehatan khas wedang uwuh di Pedukuhan Banyusumurup, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul mendapatkan penyuluhan dan pelatihan dengan bertema Wedang Uwuh sebagai Alternatif Peningkatan Ekonomi dan Stamina di masa pandemi Covid-19.

“Pelatihan tersebut dilakukan untuk pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan/LPPM-UAD,” kata Ichwan Ridwan Rais MSc, Jumat (16/07/2021).

Dijelaskan, acara yang memberikan pendampingan pemilihan bahan baku wedang uwuh yang berkualitas dan diversifikasi produk selain bentuk rajangan diisi oleh dosen Dr apt Hari Susanti MSi dan apt Ichwan Ridwan Rais MSc dari Prodi Farmasi serta Dra Zuchrotus Salamah MSi dari Prodi Pendidikan Biologi.

Ichwan Ridwan mengatakan, pelatihan pendampingan dalam pengembangan minuman wedang uwuh bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dari usaha perajin minuman khas tradisional di Banyusumurup dan upaya memberikan pengetahuan serta bagaimana menjaga stamina melalui konsumsi minuman kesehatan tradisional bagi penduduk setempat. Zuchrotus Salamah menjelaskan, Wedang uwuh adalah minuman khas daerah Imogiri yang memiliki komposisi beberapa herbal kering.

Umumnya terdiri dari kayu secang, daun cengkeh, jahe, kayu manis dan pemanis gula batu. Penyajiannya dengan menempatkan seluruh herbal kering dan pemanis dalam satu wadah gelas yang ditambahkan air panas sehingga terlihat seperti minuman (wedang) yang mengandung sampah ampas herbal kering (uwuh). “Namun demikian, improvisasi kandungan dan bentuk sediaan produk wedang uwuh sudah berkembang pesat dan juga diproduksi oleh daerah lain,” paparnya.

Dalam kesempatan kedua, Hari Susanti mengupas cara pembuatan produk instan yang memenuhi kriteria kualitas dan higienis. “Kami berbagi pengetahuan dalam upaya memperbaiki keadaan ekonomi dan peningkatan stamina ibu-ibu perajin dari minuman tradisional yang dibuat,” ucap Hari Susanti yang juga Wakil Dekan Fakultas Farmasi UAD. Peserta pelatihan bersemangat menanyakan kemudahan proses dan peluang pemasaran yang lebih besar untuk usaha mereka.

UAD

BERITA REKOMENDASI