PPM Magister PAI UAD Wujudkan Bahasa Arab Mapel Menyenangkan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Pelajaran Bahasa Arab bagi sebagian siswa menjadi pelajaran yang sulit setelah matematika. Padahal dilingkungan sebenarnya bahasa Arab sangat familiar karena selalu diperdengarkan dalam adzan setiap harinya. Untuk mewujudkan Bahasa Arab menjadi mata pelajaran (mapel) yang menyenangkan bagi siswa perlu diterapkan metode sistem belajar bagi siswa yang menarik.

Betty Maulirosa Bustam, MA dosen  pembimbing Program Pengabdian Masyarakat Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan, Rabu (9/6) di SMK Muhammadiyah Imogiri menuturkan  tindaklanjut dari program pengabdian dilaksanakan diskusi yang menjaring permasalahan seputar pembelajaran Bahasa aarab tingkat SMK/SMA yang disusul diadakan Seminar Virtual  pada Sabtu (12/6) mendatang.

“Kendala utama minat belajar siswa terhadap pembelajaran bahasa Arab tergolong kurang. Kurikulum yang membuat mindset siswa belajar bahasa Arab ini rumit harus diubah. Mungkin kalai trend bahasa Arab seperti bahasa Inggris atau bahasa Korea yang saat ini tengah digandrungi akan lain ceritanya. Padahal sebenarnya belajar bahasa Arab tidak sulit karena mayoritas pendudul paling besar adalah agama islam di Indonesia,” urainya.

Pihaknya berharap pasca pelatihan dan diskusi guru se-DIY mendatang guru guru PAI memiliki metode pembelajaran bahasa Arab yang menarik.

Ketua Program Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat  Program Magister PAI UAD, Poniran, SPdI menambahkan diskusi ini melibatkan 5 mahasiswa Magister yang salah satunya adalah ketua MGMP Ismuba (Al Islam Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab ) yang mengajar di SMK Muh 1 Imogiri. Biasanya siswa yang belum familiar Bahasa Arab karena berasal dari sekolah umum. Biasanya mereka belum begitu menguasai bahasa tulis Al-Quran. Bahasa Arab menjadi sulit krn belum ada model komunikasi masyarakat yang gunakan bahasa Arab.

“Selain itu mdtode pembelajaran yang di pakai sekolah sekolah ketika menggunakan bahasa arab dipandang kurang menarik jari kurang termotivasi,” tegasnya.

“Guru diimbau mampu menggunakan model pembelajaran yang ditawarkan menarik sehingga dapat menumbuhman minat motivasi jadi senang belajar bahasa Arab,” tegasnya.

Ketua MGMP Ilmu Islam dan Muhammadiyah, Aris Budi santosa,MSi menambahkan KBM  bahasa Arab dimasa pandemi hendaknya ramah dan menyenangkan.

Ditegaskan bahasa Arab jadi momok selain matematika. Maka ada cara yang membuat pelajaran menjadi menarik misalnya dengan memberikan dayatarik siswa melaluo video percakapan antar siswa dg bahasa sederhana konten konten medsos diperbanyak. (Aje)

 

UAD

BERITA REKOMENDASI