Prajurit Kodim Bantul Buka Jalan Tertutup Longsor

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jajaran Kodim 0729 Bantul bergerak cepat untuk memulihkan situasi pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kabupaten ini dampak dari Badai Siklon Cempaka beberapa hari lalu. Ratusan prajurit setiap hari dikerahkan untuk menggelar karya bhakti melakukan pembersihan sisa bencan maupun memperbaiki fasilitas-fasilitas publik yang sempat rusak.

Komandan Kodim (Dandim) 0729 Bantul, Letkol (Inf) Agus Widianto menegaskan, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat telah menetapkan masa tanggap darurat mulai Rabu (29/11/2017) hingga Rabu (12/12/2017) mendatang. Bebarapa wilayah dengan tingkat kerusakan parah menjadi fokus pemulihan agar warga dapat segera beraktivitas kembali dan meninggalkan posko pengungsian.

Ada delapan kecamatan dengan dampak parah akibat bencana diantaranya Jetis, Piyungan, Pleret, Pandak, Imogiri, Kretek, Pundong dan Dlingo. Dari delapan wilayah tersebut setidaknya 7.929 warga terpaksa harus meninggalkan rumah dan berada di posko pengungsian.

"Sementar kami fokus pemulihan lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Jalan yang tertutup longsor dapat segera dibuka sehingga akses yang semula terputus dapat terhubung kembali," jelas Agus Widianto didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0729 Bantul, Mayor (Inf) Suwarno di makodim setempat, Sabtu (02/12/2017).

Hingga saat ini setidaknya proses pemulihan telah mencapai 50 persen. Para prajurit diperintahkan untuk terus bekerja sehingga saat masa tanggap darurat berakhir diharapkan seluruh wilayah di Kabupaten Bantul yang terdampak bencana dapat pulih kembali.

Jajaran Kodim Bantul saat ini menerjunkan prajurit untuk melakukan pemantauan debit air di beberapa sungai agar dapat melakukan antisipasi awal jika sewaktu-waktu terjadi kenaikan tinggi arus. Tim siaga juga dibentuk untuk bersiap melakukan evakuasi jika hal yang tak diinginkan kembali terjadi menimpa warga.

Kendati intensitas Bandai Siklon Cempaka mulai mereda, namun Dandim meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada karena diprediksi masih akan muncul badai susulan dalam beberapa hari kedepan. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk tetap berada di pengungsian dan tak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman. (Van)

BERITA REKOMENDASI