Prodi Matematika FKIP UAD Latih Guru Matematika

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bantul menyelenggarakan pelatihan ‘Peningkatan Kompetensi Guru’ bertema Penyusunan Design Pembelajaran Matematika Berbasis Online untuk menyikapi dampak Covid-19. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring diikuti oleh guru-guru kelas V SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Bantul selama 2 hari, Rabu-Kamis (18-19/11/2020).

Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Bantul Drs Kun Purwanto MPd, saat membuka acara antara lain mengatakan, saat ini banyak orangtua mengalami kesulitan dalam mendampingi belajar Matematika anaknya. “Sehingga guru harus mampu mengubah Matematika yang awalnya jadi momok menjadi menyenangkan siswa. Oleh karena itu perlu peningkatan kompetensi guru Muhammadiyah di Kabupaten Bantul,” ujarnya. Kun Purwanto berharap mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlanjut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Bantul.

Kegiatan Pelatihan ini direalisasikan oleh Uswatun Khasanah MSc dan Siti Nur Rohmah MPMat, dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Uswatun Khasanah menyampaikan, dampak pandemi Covid-19 dalam dunia pendidikan sangat besar. Pembelajaran dilakukan di rumah baik secara online maupun blended learning. Pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi siswa sehingga dibutuhkan kemampuan kreativitas guru dalam mengembangkan design pembelajaran. Design pembelajaran Matematika diusahakan memuat pembelajaran High Order Thinking Skill (HOTS) dan pendekatan Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK).

Uswatun juga memberikan contoh Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menerapkan pembelajaran HOTS dan TPACK. Selain itu berdasarkan brainstorming dengan peserta pelatihan , diperoleh beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah dengan tujuan agar selama pandemi pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan optimal disesuaikan dengan kondisi siswa. Sehingga platform pembelajaran online tertentu mungkin bisa di terapkan di sekolah A, namun tidak bisa diterapkan di sekolah B.

BERITA REKOMENDASI