Prodi Perbankan Syariah UAA Hindari Eklusifitas

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Lingkungan pendidikan saat ini mengalami era disrupsi yang pesat. Disrupsi ini tidak hanya berimbas pada kemajuan teknologi semata, namun lebih jauh pada bidang pendidikan. Perubahan dapat dirasakan dari adanya revolusi pada sistem, model dan gaya pendidikan yang semakin moderat.

Pada level perguruan tinggi di mana perubahan dan kemajuan teknologi menjadi modal prospektif dalam mengakselerasi pengembangan keilmuan di segala bidang tidak terkecuali pada Program Studi Perbankan Syariah Universitas Alma Ata (UAA)Yogyakarta. Prodi Perbankan Syariah UAA bersinergi dengan keberadaan Lembaga Bisnis Inkubator Mahasiswa Alma Ata (BIMA) berhasil mewujudkan kolaborasi ideal dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Perbankan Syariah UAA Ageng Asmara Sani, ME, Rabu (13/5) menuturkan atas kolaborasi ini, berhasil mencapai sebuah prestasi yakni di tingkat Nasional berupa Prototipe Start Up yang dikembangkan oleh Mahasiswa UAA atasnama Devi Pranatasi dan Raja Ela Safira bersama rekan-rekannya dari Prodi Perbankan Syariah. Mereka berhasil masuk sebagai finalis di dua ajang kompetisi yang berbeda yakni Akselerasi Start Up Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Annual Informatics Competition di Universitas Diponegoro Semarang.

“Pencapaian prestasi mahasiswa ini bukti valid dan empiris bahwa prodi berkomitmen dalam mentransformasi penggunaan teknologi sebagai satu kesatuan instrumen pembelajaran. Hal ini memberikan ruang partisipasi agar mahasiswa dapat berkembang dengan belajar hal-hal baru yang bermanfaat dalam peningkatan hard and Soft Skills yang dibutuhkan untuk berkompetisi di bursa kerja,” jelasnya.

Prodi Perbankan Syariah, imbuhnya tengah mengembangkan model ‘Integration and Experiences Based Learning’ dimana lulusannya tidak hanya dibekali ketrampilan keilmuan yang spesifik yakni perbankan dan keuangan Islam saja tetapi memiliki dasar pengalaman yang representatif untuk terjun di dunia kerja.

“Kami memiliki Laboratorium Bank Syariah Mini dan Program Kerja Lapangan (PKL) atau Magang Industri bagi mahasiswa supaya cepat beradaptasi dengan dunia kerja. Imbasnya pada profil lulusan Prodi Perbankan Syariah yang daya tunggu kerjanya relatif singkat di masa depan.” tutupnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI