Produksi Pasta Pewarna Alami Terus Didorong

BANTUL, KRJOGJA.com – UKM batik tulis di Bantul masih terkendala dengan ketersediaan bahan baku pewarna alami. Sehingga perlu didorong usaha memproduksi pasta pewarna alami batik indigo (salah satu pewarna alami batik) untuk memasok kebutuhan bahan pewarna alami batik indigo bagi para UKM batik tulis.

Melihat permasalahan tersebut, Dosen UPN Veteran Yogyakarta melakukan program pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan untuk mendorong kemandirian pasokan bahan baku pewarna alami di tiga desa mitra yakni Desa Triharjo, Wukirsari dan Trimulyo Bantul. Kegiatan di tahun 2019 ini merupakan pendampingan tahun terakhir dari program Iptek bagi Desa Mitra (IbDM) Kemenristekdikti.

"Target luaran program IbDM tahun ketiga ini adalah optimasi desa sentra batik tulis di Bantul dengan mendorong prospek usaha pasta pewarna alami batik," terang Ketua Pengabdi Iptek bagi Desa Mitra dari Prodi Manajemen UPN Veteran Yogyakarta, Dr Titik Kusmantini MSi kepada KRJOGJA.com, Senin (5/8/2019). Kegiatan memperoleh dukungan dari pihak Bappeda Bantul, Balai Besar Batik dan dinas terkait di Bantul.

Menurut Titik, program pendampingan ini dalam rangka hilirisasi hasil penelitiannya yang berjudul 'Kajian Value Chain Potensi Batik Tulis Warna Alami di Kabupaten Bantul'. Selain itu hilirisasi penelitian Dr Mahreni dari Prodi Teknik Kimia berjudul 'Inovasi Teknologi Ektraksi Daun Indigofera menjadi Pasta Indigo' dan penelitian dari Ir Darban Haryanto dari Prodi Agrotek berjudul 'Teknik Budidaya Indigofera Sebagai Sumber Bahan Baku Pewarna Alami Batik'. (Dev)

BERITA REKOMENDASI