Produktivitas Gerabah Kasongan Tak Terpengaruh Pandemi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Di Sentra Kerajinan gerabah Kasongan Bangonjiwo Kasihan Bantul, selama pandemi Covid-19 tidak banyak terpengaruh terhadap produktivitas jenis kerajinan gerabah. Utamanya jenis produksi yang dipesan dari luar negeri, salah satunya pesanan dari Belanda.

Dikemukakan oleh Subandi memilik usaha gerabah Kasongan, Randi Utomo Rabu (20/10/2021), di awal Pandemi Covid-19 yang bertepatan dengan boming tanaman hias, di tempat usahanya sempat kelarisan melayani permintaan jenis gerabah pot tanaman hias.

“Yang dirasakan ada penurunan produksi malahan pada masa diberlakukannya PPKM perpanjangan ke dua, tetapi itu berjalan tidak lama. Setelah itu ada order jenis kerajianan gerabah berupa hiasan semacam kuwali dari luar negeri utamanya Belanda,” papar Subandi.

Menurut Subandi, untuk memproduksi jenis kerajinan gerabah di tempatnya, ia hanya memproduksi gerabah masih mentah, proses selanjutnya yakni pembakaran atau finishing sekaligus proses ekspor disetorkan ke pengusaha lain.

Untuk membuat kerajinan gerabah itu dikerjakan bersama keluarga, setiap hari mampu memproduksi sedikitnya 50 buah atau setiap bulan 1.500 buah. Harga gerabah jenis hiasan yang diproduksi berkisar Rp 10.000 hingga Rp 60.000.

Subandi membenarkan, selama masa pandemi Covid -19 atau diberlakukan PPKM , kunjungan wisata atau pembeli gerabah yang langsung datang ke Setra Gerabah Kasongan mengalami penurunan. “Mudah- mudahan dalam beberapa pekan ke depan, kunjungan wisata ke Kasongan akan pulih kembali, ” harapnya.

Di Kasongan jumlah pengusaha atau pengrajin gerabah yang dulu jumlahnya ratusan orang sekarang tinggal sekitar 50 orang. Belum termasuk dari pedukuhan sekitarnya, seperti Tirto dan Sentanan.

“Dulu kami banyak memperkerjakan tenaga kerja dari luar daerah, yang paling banyak dari Brebes, tetapi sekarang hanya dikerjakan bersama keluarga. Terkait dengan bahan baku, dulu dari lokal dan dari Berjo atau Kebumen, sekarang mendatangkan dari Klaten,” pungkas Subandi. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI