Program Electrifying Agriculture Bikin Petani di Bantul Nikmati Panen Melimpah dan Hemat Biaya Produksi

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta terus menggencarkan program Electrifying Agriculture di DIY guna membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi beban biaya produksi petani. Salah satunya dengan terpasangnya listrik PLN program Electrifying Agriculture Super Panen yang ditandai dengan pelaksanaan wiwitan tasyakuran sekaligus peresmian irigasi milik Kelompok Tani Manunggal di Desa Srigading, Sanden, Bantul oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada Jumat (31/12).

Acara dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Manager UP3 PLN Yogyakarta Ahmad Mustaqir, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul Yus Warseno, Forkopimcam dan anggota Kelompok Tani Manunggal.

Ketua Kelompok Tani Manunggal Subandi mengatakan lahan seluas 36 hektare dikelola oleh petani yang dahulu merupakan lahan kering yang tidak bisa ditanami, sekarang menjadi lahan yang subur. Berkat pupuk dari PG Madukismo dan listrik dari PLN yang melancarkan pengairannya dengan biaya yang sangat murah.

” Menggunakan listrik meningkatkan produktivitas lahan dan mengurangi biaya produksi. Dengan diesel, membutuhkan biaya Rp 6 juta per musim tanam. Tetapi dengan menggunakan listrik hanya membutuhkan biaya Rp 100 ribu per musim tanam sehingga lebih hemat dan sangat membantu mengurangi beban biaya produksi petani,” tuturnya. ,

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sangat mengapresiasi Kelompok Tani Manunggal dalam mengembangkan hortikultura di Sanden. Dengan kepercayaan dari pemerintah pusat menjadikan Kabupaten Bantul sebagai Food Estate Indonesia nilainya sangatlah tepat. Komoditi unggulan bawang merah dan cabai lebih produktif dengan memanfaatkan teknologi dan revolusi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

” Pemerintah dan petani Kabupaten Bantul sangat terbantu dengan adanya listrik PLN di lahan pertanian warga dalam program Electrifying Agriculture. Dengan listrik PLN maka biaya operasional menurun dan produksi lahan meningkat. Diharapkan program Electrifying Agriculture dapat diperluas ke seluruh lahan pertanian di Kabupaten Bantul termasuk untuk perikanan, peternakan, perkebunan dan usaha turunannya.” terangnya.

Manager PLN UP3 Yogyakarta Ahmad Mustaqir menyampaikan Kelompok Tani Manunggal yang memanfaatkan listrik PLN saat ini sebanyak 164 pelanggan dengan daya 229,4 kVA . Sedangkan total di Kabupaten Bantul sebanyak 316 pelanggan 442, 9 kVA telah menikmati program ini. ” Dalam waktu dekat sebanyak 551 pelanggan dengan daya 738 kVA siap menikmati listrik untuk lahan pertaniannya,” imbuhnya. (Ira)

 

 

PLN

BERITA REKOMENDASI