Program PEN Berdayakan Warga Pesisir Selatan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kelompok Tani Hutan (KTH) Rejosari Desa Srigading Kecamatan Sanden Bantul perlahan mulai bangkit setelah masuknya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sejak beberapa hari lalu belasan pemuda di Desa Srigading Sanden Bantul menanam bibit mangrove di Laguna Pantai Samas seluas 1,8 hektare.

Dari penanaman mangrove tersebut bukan sekadar membangun benteng pertahanan dari terjangan air. Namun jangka panjangnya ingin merintis objek wisata berbasis edukasi.

Ketua KTH Rejosari Desa Srigading Kecamatan Sanden Bantul, Sancoko, Rabu (04/11/2020) mengungkapkan wilayahnya mendapatkan kegiatan PEN untuk penanaman bibit mangrove diatas lahan seluas 1,8 haktare. Dengan program tersebut diharapkan jadi spirit warga dan pemuda kembali bangkit ditengah pandemi Covid-19.

Sancoko mengungkapkan, dalam program PEN ini kelompok diberdayakan untuk menanam bibit mangrove sebanyak 6.000 batang. “Beberapa hari ini proses tanam semoga selesai dan perawatan dari kelompok akan dilakukan hingga Desember mendatang,” ujar Sancoko.

Terkait dengan lokasi, program PEN di Bantul selatan ada tiga wilayah yakni di Depok Desa Perangtritis, Baros Desa Tirtohargo Kretek dan Desa Srigading Kecamatan Sanden. Sancoko mengatakan, ditengah pandemi Covid yang tidak kunjung mereda ini dibutuhkan kegiatan produktif berbasis masyarakat.

Oleh karena itu hadirnya PEN memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan warga. “Memang bener mangrove ini sebagai benteng pertahanan dari terjangan air laut. Tapi kami kan juga punya rencana jangka panjangnya, khususnya pengembangan wisata edukasi,” ujarnya.

Komandan Pos Angkatan Laut Pantai Samas, Serma MES Surawal, mengatakan, karena program PEN tersebut dijalankan di sepanjang pantai selatan Bantul tentu semua kegiatan dipantau. Selain itu, pihaknya juga ikut berpartisipasi agar program berjalan lancar. (Roy)

BERITA REKOMENDASI