#ProjectPassion ‘INGSUN’ Landmark Baru Taman Paseban Bantul

BANTUL, KRJOGJA.com – Kompetisi PassionVille bertitel "The Most Remarkable #ProjectPassion" akhirnya dimenangkan Muthiah Zahra (Moza) dan Rama Jatu Setiaji. Keduanya lalu merealisasikan proyek sosial "INGSUN" (Payung Teduh), di Taman Paseban Bantul Yogyakarta, Minggu (23/12/2018). Landmark baru Kabupaten Bantul ini berbentuk bunga dengan tinggi yang berbeda-beda antara 4,5 – 5 meter. 

Semangat Passion for Nation yang terus digaungkan dalam kompetisi ini semakin mengokohkan 
ajang ini sebagai yang terbesar di Indonesia. Eksis sejak tahun 2013, setiap tahunnya lahir karya-karya bernilai dari ide-ide yang dikawal oleh PassionVille dan didukung penuh oleh Wismilak Foundation ini. 

Hal tersebut turut diamini oleh Edric Chandra, penggerak #ProjectPassion yang didukung oleh Wismilak Foundation. "PassionVille adalah wadah bagi anak-anak muda dengan semangat dan passion yang menggebu-gebu untuk dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar dan tentunya bagi Indonesia. Di tahun-tahun mendatang, PassionVille akan menjadi program yang terus mendukung gerakan ini," ujar Edric usai acara.

Peresmian juga dihadiri Bupati Bantul Drs H Suharsono. Karya seni instalasi yang berbentuk bunga raksasa ini didapuk menjadi Landmark dan ruang publik baru kabupaten Bantul. Karya seni yang dibuat ditujukan sebagai solusi dari banyaknya tindakan asusila di Taman Paseban, Bantul.

Menurut Moza selaku Chief Executive Officer, bentuk bunga yang mencembung ke atas dan ke samping melambangkan hakikat hubungan manusia dengan Tuhan ke arah vertikal dan hubungan manusia dengan 
manusia ke arah horizontal. Lengkungan tiang bunga dengan arah beragam melambangkan jalan dan pandangan manusia yang berbeda-beda. Seribu tanaman tropis beragam jenis di kelopak bunga 
melambangkan manusia yang memiliki bermacam-macam karakter.

Sedang terkait nama karya, Rama Jatu selaku Project Manager menjelaskan, dia dan Moza sepakat memberi nama “INGSUN”, yang artinya “SAYA” agar menjadi refleksi bagi orang yang melihat bahwa 
manusia harus menjadi peneduh dan penerang bagi sekitar. "Bentuk bunga diambil dari filosofi lambang kabupaten Bantul dimana terdapat pohon kelapa yang melengkung dengan makna rendah hati,” tambahnya. 

Moza dan Rama Jatu juga turut mengajak komunitas anak muda Bantul untuk berkolaborasi diantaranya, Komunitas Rakawi, Forum Literasi Bantul, Forum Anak Bantul, Pena Kartika dan Nada Bicara. Hadir pula komunitas anak muda Bantul lainnya seperti Jogjakarta Bersahabat, Perpus Jalanan Bantul, Karang Taruna Kurahan, Skateboarding Bantul dan Positive Zone. Pada acara ini, turut serta komunitas mural 'Dinding Rupa' yang berasal dari Surabaya, komunitas ini menampilkan karya seni rupa berukuran 12 x 2.4 meter di Area Taman Paseban.

Di acara ini Moza dan Rama Jatu juga sepakat untuk membuat komunitas bernama Jogja Installation Art Project (JIAP) yang berfokus untuk berkolaborasi dengan komunitas dan mahasiswa untuk mewujudkan karya seni instalasi atas respon dari permasalahan yang ada disekitar. Diharapkan hal ini menjadi titik awal dalam berkolaborasinya berbagai seniman dan komunitas beragam bidang di Yogyakarta.(*)

BERITA REKOMENDASI