PTKM Berbasis Mikro Manjur Turunkan Covid-19

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Kebijakan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berbasis mikro dinilai sanggup meredam penambahan kasus positif Covid-19. Salah satu indikasinya jika kasus terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi diatas seribu pasien. Tetapi ketika pelaksanaan PTKM berbasis mikro pasien isolasi kisaran diangka 600 an pasien. Sementara Sat Pol PP Bantul makin gencar memberikan edukasi mayarakat pentingnya protokol kesehatan.

“PTKM berbasis mikro ini kami nilai cukup mampu dan effektif menurunkan kasus pasien terkonfirmasi Covid -19. Per 14 Februari 2021 jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi kisaran 600 an. Sebelumnya bisa menembus 1000 pasien positif Covid-19 menjalani isolasi. Artinya Satgas pelaksanaan PTKM berbasis mikro dapat berjalan effektif,” ujar Plh Bupati Bantul sekaligus Sekda Bantul, Helmi Jamharis, Minggu (21/2).

Helmi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Bantul menjelaskan, efektifnya kebijakan PTKM berbasis mikro karena tercipta kerjasama Forkompimda, Forkompimcam hingga kalurahan yang mengedukasi masyarakat dalam penerapan prokes ketat. “Mari kita bersama-sama melaksanakan prokes supaya Covid -19 di Kabupaten Bantul segera selesai. Jika patuh prokes tentunya masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, geliat ekonomi juga pulih sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas yang telah direncanakannya,” jelas Helmi.

Terkait posko dan shelter di kalurahan, tidak semua operasionalnya dijalankan kalurahan. Tetapi ada supervisi dari pusksmas setempat sehingga ada edukasi jika shelter akan digunakan untuk isolasi masyarakat positif Covid -19.

“Hampir semua kalurahan punya shelter dengan kemampuan berbeda-beda disesuaikan dengan kalurahan. Ada shelter kalurahan yang sekadar menampung lima pasien. Tetapi ada pula shelter yang mampu menampung diatas 10 pasien misalnya Kalurahan Sumbermulyo ,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI