PTKM Langkah Terbaik Cegah Penularan Covid -19

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Program Ops Patuh Covid-19 dipusatkan di Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul, Senin (18/01/2021) malam. Tim gabungan dari unsur Sat Pol PP, Polres, TNI, Dinas Perhubungan dan relawan Covid-19 menggelar penertiban terkait Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) bertepatan malam Selasa kliwon di Pantai Parangkusomo. Merujuk data kantor Sat Pol PP Kabupaten Bantul, terhitung 11- 19 Januari 25 lokasi dilakukan pembubaran paksa diikuti penutupan 2 x 24 jam.

Dalam penertiban itu, petugas terus memperingatkan agar wisatawan pulang. Namun imbauan tersebut tidak digubris pengunjung. Petugas bergerak Cepuri dengan membawa batre sangat terang dan meminta wisatawan segera meninggalkan Cepuri.

“Ketika malam Selasa kliwon atau Jumat kliwon kawasan Cepuri dan Pantai Parangkusumo ramai dengan ritual,” ujar Kepala Sat Pol PP Bantul, Yulius Suharta, Selasa (19/01/2021).

Dijelaskan masa PTKM akan berakhir 25 Januari mendatang, sejumlah aktivitas dibatasi mulai buka tutup objek wisata, kegiatan ekonomi seperti toko kelontong dan sejenisnya maksimal buka pukul 19.00 WIB dan di kawasan Pantai Parangkusumo hanya sampai pukul 18.00 WIB. Langkah membubarkan wisatawan malam karena melanggar PTKM dan berpotensi terjadinya kerumunan, dalam penegakan PTKM tempat karaoke di Parangkusumo juga juga sempat sisir namun semua tutup.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Sat Pol PP Kabupaten Bantul, M Agung Kurniawan menambahkan selama masa PTKM total pelanggaran sebanyak 160 kasus. Dari jumlah itu 135 lokasi diberikan surat teguran. “Sebanyak 25 lokasi dilakukan pembubaran paksa diikuti dengan sanksi penutupan 2 x 24 jam,” ujar Agung.

Selama melaksanakan Ops Patuh Covid-19, petugas kerap menemui banyaknya masyarakat yang mengabaikan instruksi pemerintah. “Mereka sebenarnya sudah mengetahui kebijakan yang berlaku pada masa PTKM 11 hingga 25 Januari 2021, dengan dalih kebutuhan ekonomi mereka melanggar,” ujar Agung.

Sedangkan pemerintah dalam menerbitkan instruksi tersebut sudah mempertimbangkan agar roda perekonomian masyarakat berjalan. “Sekali lagi pemerintah tidak melarang masyarakat beraktifitas, melainkan mengatur dengan pembatasan dan hal ini adalah langkah terbaik untuk mengurangi penyebaran Covid- 19,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI