Pudji Asmara dan Sare Sareng, Cara Desainer Bertahan di Tengah Pandemi

Adapun saat pandemi ini ia berhasil menciptakan produk yang diminati pasaran. Ada tiga produk unggulannya yakn sarung “Pudji Asmara” dengan harga di kisaran Rp 130 ribu, baju piyama yang diberi label “Sare Sareng” dengan harga Rp 200-an ribu dan “Outer” dengan harga kisaran Rp 250.000-an. “Inilah cara saya tetap bertahan di tengah pandemi,” katanya.

Ketua Dekranasda Bantul Ny Erna Suharsono, yang hadir pada kesempatan itu menuturkan talenta Bayu sebagai wong ndeso yang berbakat dan bermanfaat bagi banyak orang harus didukung.

“Inilah talenta luar bisa anak Bantul.  Dia sangat berbakat, punya talenta besar dan anak muda kebanggaan Bantul. Selamat pencapaian tujuh tahun dan tetap berkarya,” tegasnya.

“Kisah Kasih 7 Tahun Griya Bayu Kuntani” dibuka dengan tarian, selanjutnya ditampilkan karya desain baju mulai batik, sarung dan baju koko kebaya pengantin hingga kebaya pesta yang dibawakan para model di antaranya Miss Bantul dari tahun 2014 hingga Miss Bantul 2020. (Aje)

BERITA REKOMENDASI