Punya Aplikasi Juru Sampah, Desa Caturharjo Launching RKS 77

BANTUL, KRJOGJA.com – Merujuk pada UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Pasal 15, Produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam maka Desa Caturharjo Pandak membentuk ide  Rumah Kumpul Sampah (RSK). Warga sadar ancaman masalah sampah di masa depan terbuka lebar jika tidak dilakukan antisipasi sejak dini.

Pendamping sampah Desa Caturharjo Pandak, Bayu Mantoko, Senin(27/7) menuturkan semakin meningkatnya perekonomian masyarakat dan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat dapat dipastikan berbanding lurus dengan vulome timbulan sampah yang dihasilkan. Setiap produk kebutuhan sehari-hari masyarakat sebagian besar dapat dipastikan menggunakan kemasan, baik berbahan plastik, kertas, kaca dan jenis bahan lainnya. Kemasan yang dihasilkan oleh pabrik ini yang kita sebut sebagai sampah non organik. Jika kemasan-kemasan ini dibiarkan begitu saja tertimbun di tanah dan ditumpuk di penampungan sampah, tentu sangat berdampak buruk dengan lingkungan hidup.

Atas dasar itu, lahirlah konsep Rumah Kumpul Sampah (RSK) sebagai media untuk dari pabrik harus kembali ke pabrik.

“RKS adalah titik poin pengumpulan sampah non organik di setiap RT di desa Caturharjo, Pandak. RKS (Rumah Kumpul Sampah) hanya untuk sampah non organik. RKS digunakan untuk mengumpulkan semua jenis sampah yang tidak dapat terurai secara alami,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI