Pusing Pikirkan Persoalan Keluarga, IRT Bunuh Diri

BANTUL (KRjogja.com) – Warga Dusun Dodogan Jatimulyo Dlingo Bantul gempar setelah ibu rumah tangga (IRT) Ny Ponikem (53) ditemukan tewas mengapung di Sungai Oya Selasa (13/9/2016). Sebelumnya perempuan itu meninggalkan rumah Senin (12/9/2016) dinihari. Pasca kepergiannya dari rumah sudah dilakukan pencarian disejumlah tempat sebelum akhirnya ditemukan tewas.

Polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri setelah dihimpit persoalan keluarga. Sementara Partorejo warga Kajor Wetan Desa Selopamioro Imogiri Bantul ditemukan tewas gantung diri pada pohon sono keeling di belakang rumahnya, Selasa (13/9/2016) sore.

Anggota  Radio Komunitas Siaga Bencana (RKSB) Kecamatan Dlingo Samiyanto mengungkapkan, diperkirakan korban meninggalkan rumah Senin (12/9/2016) dinihari. Namun keluarga baru tahu sekitar pukul 05.00. Dirumah tersebut dihuni Ny Tukinem selaku orangtua korban dan Lisa anak korban. Sementara suami korban meninggal beberapa waktu lalu.  

Sebelumnya saksi Ny Tukinem sempat dua kali menengok kamar korban. Malam itu anaknya masih tidur bersama cucunya, sehingga saksi kembali tidur. Senin (12/9/2016) pukul 05.00 pihak keluarga bingung lantaran korban sudah tidak ada dikamar.  Pagi itu warga Dodogan Jatimulyo bersama-sama mencari disejumlah lokasi kawasan perbukitan Dlingo termasuk di bantaran Sungai Oya. Namun upaya itu belum membuahkan hasil.

Pencarian dilanjutkan Selasa (13/9/2016) pagi, waktu itu saksi Kasman dan warga lainnya berpecar dalam melakukan pencarian. Kasman menyisir disepanjang Sungai Oya, benar saja sekitar pukul 06.00 saksi melihat badan korban sudah mengapung. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Dlingo Bantul. Mengetahui warganya ditemukan meninggal dunia, ratusan orang menandu jenazah yang berjarak lebih dari dua kilometer dari rumah korban.  

Samiyanto mengatakan, dalam beberapa hari terakhir korban terus mengeluh dengan persoalan yang dihadapinya. Terutama soal kebutuhan banyak, mulai rumah yang rusak, selamatan suaminya hingga keinginan putrinya yang ingin menikah. "Korban sering curhat kepada warga lain, terutama soal banyaknya persoalan yang terkait dengan perekonomian," ujarnya.

Sementara Dukuh  Dodogan Sarwidi mengungkapkan, bahwa warga itu sebelumnya tidak pernah ada perbuatan menyimpang atau ada perubahan sikap.  Bahkan sebelumnya ikut pertemuan dengan warga lainnya.

Sementara Kapolsek Dlingo AKP Amir Machmud SH mengatakan, korban ditengarai meninggal karena bunuh diri. "Dugaan kuat korban memang bunuh diri, ini merujuk kronologis peristiwa dari keseharian sebelum peritiwa ini terjadi," ujar Amir. Dijelaskan melihat dari perginya korban diduga lewat pintu belakang.  Hal itu terlihat dari jejak dipintu belakang rumah korban terbuka. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI