Puskesmas Banguntapan I Ditutup Dua Hari

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Puskesmas Banguntapan I yang berlokasi di Ngipik Baturetno Banguntapan Bantul ditutup sementara selama dua hari, mulai Jumat (03/07/2020) hingga Sabtu (04/07/2020). Penutupan ini dilakukan untuk proses sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan, menyusul seorang dokter di puskesmas tersebut yang dinyatakn positif Covid-19. Pelayanan eksehatan akan dibuka kembali Senin (06/07/2020) mendatang.

Selama stirilisasi semua pegawai maupun petugas medis di Puskesmas tersebut diliburkan dan menjalani isolasi mandiri. Dokter yang dinyatakan positif kini menjalani pengobatan di rumah sakit, sedangkan petugas yang pernah kontak langsung dilakukan repid test. Jika hasil repid test reaktif maka dilanjut dengan test swab.

Menurut Camat Banguntapan, Drs Fauzan Muarifin selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Bangunatapan, asal penularan dokter Puskesmas Banguntapan I tersebut saat ini belum diketahui. Dokter tersebut bukan dokter tetap di Puskesmas I Banguntapan, ia juga bertugas di beberapa tempat pelayanan kesehatan dan rumahnya di wilayah Sleman.

“Sehingga dari mana asal penularan dokter tersebut masih dalam pelacakan. Penularan bisa dari lingkungannya wilayah Sleman, bisa dari Puskesmas tapi juga bisa dari tempat tugas yang lain,” ungkap Camat Banguntapan.

Fauzan membenarkan, wilayah Kecamatan Bangunpatan merupakan wilayah tertinggi di Bantul angka positif Covid-19. Selama pandemi korona hingga hari ini di Banguntapan terdapat warga positif Covid-19 sebanyak 26 orang, sudah sembuh 14 orang, meninggal 1 orang dan masih dirawat di rumah sakit ada 11 orang.

Riwayat penyebaran pasien yang terpapar yakni dari zona merah luar DIY, seperti Jakarta dan Surabaya 13 orang, selebihnya dari pekerja migran, klaster Indogrosir, tablig maupun dari non klaster. Tingginya angka positif Covid-19 dinilai karena kurang pedulinya warga terhadap protokoler kesehatan. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI