Rahmi Kurnia Tambah Dojang ke-7 di GOR Prapto Raharjo

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Guna mempersiapkan para taekwondoin berprestasi di masa depan dari desa Srimulyo, Piyungan, Bantul, Master Rahmi Kurnia SE membuka dojang baru bernama Rahmi Kurnia Taekwondo School (RKTS).

“Dojang yang diresmikan Lurah Srimulyo Drs Wajiran yang mengambil venue di GOR Prapto Raharjo Gerbang Madu Srimulyo RT 08 Tegal, Piyungan, Bantul tersebut merupakan dojang ketujuh yang saya bina,” ujar Rahmi Kurnia, di sela pembukaan dojang di GOR Prapto Raharjo, Jumat (22/7).

Pembukaan dojang ketujuh tersebut dilakukan Lurah Srimulyo ditandai penguntingan pita oleh Drs Wajiran didampingi Rahmi Kurnia, disaksikan pengurus GOR , para orang tua atlet dan masyarakat sekitar.

Sehabis acara pembukaan diteruskan potong tumpeng, dilanjutkan demo taekwondo oleh para atlet PTC dan atlet RKTS yang dipandu pelatih Master Rahmi Kurnia. Kegiatan demo taekwondo yang berlangsung memukau tersebut mendapat perhatian dan decak kagum oleh Lurah Srimulyo, orang tua atlet dan warga setempat.

Menurut Rahmi Kurnia yang juga peraih medali perak Olimpiade Barcelona tahun 1992, enam dojang sebelumnya adalah Potorono Taekwondo Club (PTC), dojang Gayamharjo Prambanan, dojang RKFC Banyakan, dojang Yonif 403 Kentungan Sleman, dojang Banyakan Taekwondo Club (BTC) dan dojang SMP IT LHK.

“Untuk menangani atau melatih ketujuh dojang tersebut saya serahkan pada asisten saya,” sambung Rahmi yang juga mantan atlet nasional dan pelatih timnas taekwondo Indonesia.

“Tujuan saya membuka dojang baru RKTS di GOR Prapto Raharjo, sasarannya adalah atlet usia dini dengan pembinaan yang dilakukan secara benar, sehingga ke depannya biar gampang . Saya siapkan atlet taekwondo usia dini nantinya dari desa Srimulyo diharapkan mampu berprestasi di tingkat DIY, nasional dan internasional,” ujar Rahmi Kurnia, yang juga putri dari mantan wasit sepakbola nasional Said Ismail.

Sementara itu, Lurah Srimulyo merasa senang dan bangga kepada dojang RKTS di bawah binaan Master Rahmi Kurnia yang telah memanfaatkan GOR Prapto Raharjo sebagai tempat latihan.”Apa yang kami bangun dapat dimanfaatkan dengan kegiataan olahraga tak terkecuali taekwondo. Sebab dengan olahraga dapat menanamkan kedisiplinan yang tinggi dan kejujuran. Karena olahraga taekwondo ini yang juga dipersiapkan untuk berkompetisi diharapkan bisa menghasilkan petarung-petarung tangguh, sehingga bisa berprestasi tidak hanya di tingkat DIY, tapi juga di level nasional dan internasional,” ungkap Wajiran. (Rar)

 

 

BERITA REKOMENDASI