Ramadan, Masyarakat Wajib Taati Prokes

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jajaran Polsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY, memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan. Segala potensi gangguan keamanan diminimalkan, agar tidak mengganggu umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa. Selain itu, petugas juga menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam upaya menjaga kekhusyukan bulan Ramadan.

Melalui Unit Binmas dan Unit Sabhara, Rabu (14/04/2021) melakukan kegiatan keagamaan berupa solat dluhur keliling di sejumlah masjid yang ada di Kapanewon Sedayu, Bantul. Selain itu, juga dilakukan pemantauan terhadap kegiatan solat tarawih, agar memperhatikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Ditekankan kepada masyarakat, agar saat melaksanakan kegiatan di masjid tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Petugas juga melakukan patroli keamanan pada saat masyarakat sedang melakukan ibadah, dengan tujuan mengantisipasi gangguan keamanan.

Kegiatan dipimpin Kanit Binmas AKP Dedi Tunandi dan Kanit Shabara AKP Wahono, diawali di Masjid Sholohin Klangon, diterima takmir masjid Ustad Daldiri. AKP Dedi Tunandi menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan Ramadan.

“Jika masyarakat mengetahui adanya penjualan petasan dan minuman keras (miras), mohon segera dilaporkan ke petugas kepolisian,” jelas Dedi Tunandi.

Sementara itu, dalam waktu bersamaan juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan. Spanduk dipasang di tempat-tempat strategis yang bisa terjangkau pandangan, dengan tujuan agar masyarakat menaati imbauan tersebut.

Kanit Sabhara AKP Wahono menyampaikan jajarannya secara mobile melakukan patroli keamanan di wilayah Kapanewon Sedayu. Selain itu, pihaknya juga kontinyu melakukan komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menjaga kekhusyukan ibadah puasa.

Sementara itu, Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana SH MH MSi, menyampaikan pihaknya tetap memperhatikan masalah prokes Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus korona. Tak hanya itu, pendataan terhadap ‘warga baru’ pun dilakukan, untuk mengetahui apakah yang bersangkutan benar-benar sebagai warga baru atau masuk dalam klasifikasi pemudik. Ini erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, bahwa untuk Lebaran 2021 tidak ada mudik. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI