Ratusan Generasi Muda Milenial Golkar Dapat Gemblengan

BANTUL, KRJOGJA.com – Sebanyak 600 anak muda dari generasi muda partai Golkar dari berbagai daerah se DIY , antusias mengikuti "Gemblengan" dalam acara Perkaderan Fungsional Pemuda  Golkar Milenial, di Pendapa Gandung Pardiman Center   (GPC) Numpukan Karang Tengah Imogiri Minggu (12/1/2020).  

Ketua panitia Syarief Guska Laksana SH  mengatakan, para peserta acara ini  berasal generasi muda Golkar dari kab kota se DIY . Jumlah peserta mencapai 600 orang terdiri dari Kota Yogyakarta sebanyak 154 pemuda, Gunungkidul 80 pemuda, Kulonprogo 57 pemuda, Sleman 30 pemuda, Bantul 50 pemuda, AMPG DIY 100 orang, AMPI DIY 60 orang, Pemuda Kosgoro 37 orang dan Garnas 30 orang.

"Generasi muda harus mampu memahami politik dengan benar, dan menjadi pemimpin melalui proses dan bukanlah secara instan. Seperti halnya Presiden Joko Widodo menjadi pemimpin berjuang dari bawah sebagai anggota satgas. Hal ini tidak mudah harus melewati sistim yang ada di partai Politik," ujar Ketua AMPI/AMPG DIY,  Syarif Guska Laksana. 

Sementara itu Gandung Pardiman anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang bertindak sebagai Keynote Speaker mengatakan, acara ini merupakan awal yang nantinya akan dilanjutkan dengan beberapa pertemuan khusus generasi muda milenial.

"Ini acara dadakan dan kami tidak menyangka kaum milenial usia 18 sampai dengan 35 antusias datang dan membludak. Nantinya kita siapkan acara yang lebih bagus lagi untuk menggembleng generasi muda Golkar. Setiap angkatan kita pilih 80 generasi muda yang potensial untuk digembleng sebagai calon pemimpin," ujar Politisi Senior Partai Golkar DIY yang dikenal sangat militan ini.

Lebih lanjut Gandung Pardiman mengatakan, generasi muda ini akan mendapatkan tongkat estafet untuk meraih kejayaan Partai Golkar untuk memimpin bangsa dan negara Indonesia dimasa mendatang. 

“Saudara – saudara kaum milenial harus siap menerima estafet menjadi pemimpin Golkar dimasa mendatang. Menjadi pimpin DPRD maupun menjadi anggota DPR RI dimasa mendatang," tegas Gandung Pardiman berapi -api.

Sebagai generasi baby boomer Gandung Pardiman merasa bertangungjawab untuk mempersiapkan dan mencetak generasi muda menjadi pemimpin berkualitas dimasa mendatang.

"Kegiatan ini menjadi tanggungjawab bersama dalam mencetak calon pemimpin dari kader Golkar yang akan memimpin negeri ini. Acara ini merupakan embrio untuk pendidikan akademi ekonomi politik milenial yayasan GPC dan Ini akan kami adakan keliling setiap kabupaten kota se DIY," tegas Gandung Pardiman yang terkenal dengan jargon ikhlas berjuang, ikhlas beramal, peduli semuanya dan tidak pelit. Pada bulan Februari, tambah Gandung, akan digelar pendidikan kader fungsional perempuan milenial umur 18 sampai dengan 35 tahun.  

Sementara itu, sosiolog UGM Arie Sujito yang menjadi salah satu narasumber mengatakan politik adalah seni memahami kekuasaan, dan kemajuan politik membutuhkan peran anak muda, atau generasi muda .

"Oleh karena itu saat ini penting bagi partai politik merangkul generasi muda dan menggembleng generasi muda agar mampu memiliki nilai positif dalam memahami peran dan fungsi partai Politik," ungkap Arie Sujito.

Pengajar di Fisipol UGM ini juga menjelaskan bahwa  memperjuangkan demokrasi tidak hanya sekedar pemilu yang sukses tetapi berhasil mensejahterakan rakyat, dan Partai politik menjadi salah satu pilar demokrasi. Ditambahkannya, jika kita percaya demokrasi maka kita harus membangun partai politik.

"Generasi milenial harus dihadapkan pada politik yang humanis dan toleransi yang kuat,sehingga konsep politik yang tumbuh adalah politik yang humanis dan toleransi, karena  Generasi milenial sebagai subyek dan obyek politik oleh karena itu generasi milenial harus hadir Di semua arena perpolitikan yang di bangun partai," tandasnya .

Generasi milenial, imbuh Arie Sujito, adalah generasi perubahan sehingga perubahan – perubahan yang terjadi dalam dunia politik dan demokrasi bertumpu pada generasi milenial ini .

"Kecerdasan anak Milenial harus dipahami politisi dengan angkat isu isu yang humanis. Anak muda perlu diajak dan disapa. Anak muda harus diajak untuk merubah keadaan politik. Parpol secara substansial harus melihat situasi ini dan jangan dekati anak muda hanya jelang pemilu tok. Bisa dengan dakati lewat seni, kewirausahaan dan olahraga. Buat anak – anak muda eksis. Hal ini membutuhkan waktu dan proses. Tapi ini harus dipecahkan. Ini sebagai bagian dari pendidikan politik," tegas Sosiolog UGM Arie Sujito.

Pemateri lainya yakni Octo Lampito Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat  dan selaku praktisi media lebih melihat bahwa fenomena medsos dan lainnya menjadi tumpuan generasi milenial, sehingga partai politik harus mampu memanfaatkan hal tersebut.

"Generasi milenial saat ini sangat akrab dengan medsos. Oleh karena itu kita harus mengarahkan agar generasi milenial ini memanfaatkan medsos untuk hal – hal yang positif," jelas Octo Lampito.

Sedangkan Politisi Golkar DIY Jhon S Keban lebih melihat bahwa generasi milenial harus juga mampu menjawab dan menjadi solusi bagi permasalahan demokrasi yang ada saat ini. Sejumlah peserta mengusulkan agar pertemuan generasi muda Golkar seperti ini lebih sering digelar agar masyarakat tahu bahwa Golkar  banyak juga diisi oleh generasi muda.

Acara perkaderan yang dihadiri oleh 600 an generasi muda merupakan penutupan acara reses pada sidang tahun pertama. Acara ini disemarakkan dengan ratusan hadiah doorprize dari anggota DPR RI fraksi Golkar Gandung Pardiman. Mengingat acara ini adalah acaranya anak muda maka hadiah utama doorprize kali ini adalah sebuah Laptop. Hadiah utama Laptop diraih oleh Endah dari Kotagede Yogyakarta.(Roy)

BERITA REKOMENDASI