Ratusan Lahan Pertanian di Bantul Puso

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ratusan lahan pertanian di Bantul mengalami puso akibat dampak kekeringan dan musim kemarau. Berdasarkan data, jumlah lahan yang terancam puso di Bantul sebanyak 225 hektare. Sementara dinas memprediksikan kerugian akibat puso yang dialami petani mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Ir Pulung Haryadi MSi menuturkan sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan pada awal Juli yakni seluas 93 hektare lahan pertanian mengalami puso. Lahan puso ini seluruhnya merupakan tanaman padi. "Tetapi dalam perkembangannya lahan puso bertambah menjadi 224 hektare. Posisi ini rentan sekali bertambah jika musim hujan tidak segera turun," tegasnya.

Lahan pertanian yang puso di antaranya ada di wilayah Dlingo dengan luas 85 hektare, wilayah Sedayu ada 60 hektare dan beberapa wilayah lain. Ditambahkannya, lahan pertanian yang terdampak puso tersebar di beberapa kecamatan dengan kasus tak ada irigasi teknis.

Jenis lahan puso terdiri dari lahan padi dan aneka lahan tanaman palawija. Berdasarkan perhitungan kasar, kerugian yang diderita petani akibat puso berkisar antara Rp 5 juta per hektare. Kerugian tersebut merupakan perhitungan biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan petani per hektarenya.

"Petani tidak mendapatkan ganti rugi akibat kerugian ini. Ini merupakan budidaya tanaman sehingga risiko selalu ada. Kecuali kalau petani tersebut sudah ikut asuransi bisa mendapat ganti dengan mengklaim kerugiannya," urainya.

Pulung menambahkan, sebagai antisipasi menekan meluasnya puso petani diimbau untuk tidak menanam padi sementara waktu karena minimnya ketersediaan air. "Namun jika ingin menanam maka pilihlah tanaman palawija. Jadi kalau air sedikit tanam palawija. Banyak alternatif jenis tanaman yang dapat ditanam selama musim kemarau seperti jagung, kedelai dan kacang. Yang penting jangan padi karena berisiko tinggi saat musim kemarau," katanya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI