Rawan Terjadi Penyulundupan Manusia, Peran Nelayan Bantul Sangat Penting

BANTUL, KRJOGJA.com – Kawasan pantai selatan Bantul DIY dinilai rawan terhadap tindak kejahatan penyelundupan manusia. Selain itu, para nelayan sangat rentan dengan penyebaran ideologi radikal yang berafiliasi pada gerakan terorisme yang terus mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Polda DIY dan Polres Bantul melakukan penyuluhan bahaya kejahatan penyelundupan manusia serta terorisme khususnya kepada nelayan di Pantai Samas Kabupaten Bantul, Sabtu (19/5/2018) malam.

Kanit Bintibluh Sat Binmas Polres Bantul Iptu Sudiasih menjelaskan, aktivitas kesehariannya nelayan memang tidak bisa lepaskan dari laut. Sementara  pola penyelundupan manusia lewat jalur tidak menutup kemungkinan memanfaatkan perahu milik nelayan. Sehingga perahu tersebut  akan membawa imigran sampai ditengah laut sebelum pindah ke kapal yang lebih besar. "Ketika nelayan sedang beraktivitas dilaut, oleh karena itu nelayan punya peran besar dalam ikut pemberantasan penyelundupan manusia dengan melaporkan setiap keberadaan kapal mencurigakan," ujarnya.

Dijelaskan, pontensi praktik penyelundupan manusia justru terjadi di pantai-pantai yang teradapat perahu dan nelayannya. Oleh karena itu  nelayan Samas jangan sampai terlibat dalam penyelundupan manusia dengan memfasilitasi dengan perahu. "Banyak kasus yang pernah terjadi itu nelayan terlibat langsung  dalam penyelundupan manusia dan itu harus dihindari nelayan," jelasnya.  

Sementara terkait kasus terorisme, nelayan jadi pihak paling rawan terlibat tindak kejahatan terorisme. Misalnya dengan membantu pelarian terorisme lewat jalur laut. Apalagi laut di selatan Bantul bisa menghubungkan perairan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sehingga pada saat nelayan melihat hal mencurigakan segera lapor dan jangan justru terlibat meski ada iming-iming duit banyak. Lokasi nelayan yang jauh dari perkotaan tidak dipungkiri bisa menjadi sasaran terorisme untuk menyebarkan ideologinya. Artinya nelayan harus waspada jika ada orang asing melakukan kegiatan seperti dakwah yang sifatnya tertutup dan hanya diikuti  sedikit orang.  

Ketua Kelompok Nelayan Mino Samudro Pantai Samas Bantul Sadino mengatakan,  tahun 2012  terjadi rencana penyelundupan manusia di Pantai Samas.  Tetapi usaha tersebut digagalkan lantaran nelayan aktif melaporkan kepada aparat terkait. "Waktu itu memang ada rencana penyelundupan manusia dengan minta tolong nelayan, tetapi usaha itu kita gagalkan," ujarnya.   

Lelaki yang juga menjabat  Ketua RT 64 Pantai Samas mengaku, khusus penyebaran ideologi terorisme memang sudah semestinya patut diwaspadai. Sejauh ini  banyak pendatang di Pantai Samas sehingga harus diperketat pendataan bagi pendatang. "Selama ini pendatang kooperatif  jika dimintai identitasnya dan peran ketua RT sangat penting untuk mengetahui pendatang baru," jelasnya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI