Rehab Irigasi Non Waduk Gagal Direalisasikan

Editor: Ivan Aditya

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Sejumlah jaringan irigasi non waduk di beberapa kecamatan di Kebumen direncanakan akan direhab di tahun 2020. Namun rencana tersebut gagal terealisasi karena dana yang tersedia harus digeser untuk kebutuhan penanganan Covid-19 di Kebumen.

“Pemeliharaan jaringan irigasi non waduk yang berada di sejumlah kecamatan memang kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Namun kemungkinan besar tak bisa terealisasi tahun ini karena anggarannya dari APBD 2020 Kebumen harus digunakan terlebih dahulu untuk penanganan Covid-19,” ujar Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kebumen, Supangat ST di ruang kerjanya, Rabu (03/06/2020).

Menurut Supangat, sejumlah kawasan pertanian di Kebumen memang tak terjangkau oleh jaringan irigasi Waduk Sempor dan Wadaslintang. Diantaranya, di Kecamatan Karangsambung, Sadang, Alian, Ayah dan Karanggayam. Karena itu, Pemkab Kebumen berupaya melakukan rehab atas kerusakan dan berbagai permasalahan teknisnya.

“Sayangnya, rencana itu gagal terealisasi di tahun ini akibat pemangkasan anggaran belanja pada APBD 2020 Kebumen demi kepentingan penanganan Covid-19,” ujar Supangat.

Adapun proyek fisik di Bidang SDA DPUPR Kebumen yang luput dari pemangkasan anggaran tinggal 1 proyek, yaitu pembuatan embung di Desa Rahayu Kecamatan Padureso Kebumen yang biayanya direncanakan Rp 3 miliar lebih.

“Proyek Embung Rahayu tak dipangkas karena penyiapan lahan sudah terlanjur dikerjakan dan tak bisa dihentikan di tengah jalan,” ujar Supangat. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI