Rencana Pematian Jaringan Irigasi Picu Gejolak

Ketua Kelompok Tani Taniasih Dusun Kalangan Desa Tirtohargo Kretek Bantul, Subawa SPd, menjelaskan, dikelompoknya terdapat 24 hektare lahan bawang merah. Tetapi keseluruhan dalam satu kelurahan dikisaran 90 sampai 100 hektare. “Dalam rapat koordinasi di Desa Tirtohargo Jumat malam lalu, 31 Agustus air dari Bendung Kamijoro akan dimatikan sementara karena ada perbaikan jaringan. Padahal tanaman bawang merah dikawasan ini belum penen, itu persoalannya,” ujarnya.

Subawa minta agar pematian air ditunda 20 hari lagi. Karena biaya operasional sangat besar jika memanfaatkan pompa. “Apa lagi dalam situasi ekonomi sulit seperti ini, kami mohon kebijakan dari pemerintah,” jelasnya. Aliran Bendung Kamijoro tidak hanya dimanfaatkan untuk petani Tirtohargo. Tetapi daerah lainnya juga ikut merasakan dampaknya.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bantul, H Suryono SM pihaknya sudah mengkomunikasikan permasalahan tersebut ke Dinas PU Kabupaten Bantul. “Prinsipnya persoalan yang dihadapi petani jika jaringan irigasi Bendung Kamijoro dimatikan sudah kami sampaikan ke pemerintah dan akan segera ditindaklanjuti,” ujar Suryono. (Roy)

BERITA REKOMENDASI