Respon Obwis Ditutup Dadakan, Dewan Minta Kebijakan Cermat

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJogja.com – Pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan ditengah pandemi Covid-19 mesti dilaksanakan bersama-sama. Dua aspek tersebut punya arti sangat penting dalam kehidupan masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut masyarakat didiharapkan mampu bertahan ditengah gempuran pandemi. Sementara beredarnya video keluhan pedagang ikan Pantai Depok karena kecewa dengan pemerintah Bantul yang tidak memberikan informasi ketika akan menutup objek wisata.

“Harusnya pada saat mau membuat sebuah kebijakan jangan dadakan, para pelaku wisata termasuk pedagang ikan itu kalau dikasih tahu jauh-jauh hari mereka tidak akan kulakukan ikan. Dalam konteks instruksi bupati yang menutup objek wisata mereka tahunya mendadak. Lebih memprihatinkan lagi mereka sudah terlanjur beli ikan untuk dijual,” jelas Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis SE, Selasa (22/6), merespons video keluhan pedagang ikan Depok.

Kondisi makin pelik lantaran kawasan Depok merupakan pusat kuliner. Sehingga persediaan ikan dari pedagang tentu banyak terus mereka mau jual kemana. “Kalau sudah seperti ini mereka akan rugi rugi banyak, kasihan Rakyat,” jelas politisi PAN ini.

Menurut Wildan, dalam kondisi sesulit ini mereka terus berjuang, paling tidak menolong hidup keluarganya sendiri. Dengan spirit tersebut mestinya pemerintah daerah tinggal menyediakan sebuah kebijakan agar bisa saling dukung baik pencegahan covid dan pertumbuhan ekonomi. Dalam kondisi seperti sekarang ini, setiap kebijkan mesti dikaji secara mendalam dan hati-hati. Apalagi kebijakan yang menyangkut aktivitas masyarakat untuk bangkit dari lembah Covid-19 ini. “Harus kita sadari pandemi Covid -19 di Kabupaten Bantul ini baru meledak. Untuk itu protokol kesehatan di tempat-tempat wisata juga tolong ditingkatkan,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI