Revolusi Moral Digerakkan, Cegah Narkoba Masuk Sekolah

BANTUL, KRJOGJA.com – Masuknya obat jenis riklona ke lingkungan sekolah dasar (SD) di Banguntapan Bantul jadi sorotan Forum  Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Bantul. Peristiwa itu mesti menjadi perhatian semua pihak jika lingkungan sekolah ternyata tidak selamanya  terbebas dari peredaran obat terlarang. Selain itu, kejadian itu jadi cermin jika kondisi pendidikan  di DIY sangat membutuhkan dukungan semua pihak terkait, mulai dari masyarakat, orangtua dan pemerintah.

Satresnarkoba Polres Bantul kini juga melakukan pembinaan dan penyuluhan bahaya narkoba kepada ratusan kepala sekolah di Bantul  di SMP N 1 Bantul, Rabu (28/2/2018).

“Sekarang ini yang sangat dibutuhkan ialah  sinergitas semua elemen terkait  untuk melakukan revolusi  moral bangsa,” ujar Ketua FMPP Bantul, Zahrowi. Dijelaskan, peristiwa yang menimpa siswa SD di Banguntapan Bantul mesti jadi pelajaran semua pihak.  Meski sudah berada di lingkungan sekolah, obat terlarang  tetap saja mengintai. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kerjasama antara lingkungan sekolah atau masyarakat, pemerintah hingga orangtua.

“Prinsipnya  kita  jangan lalai melakukan pengawasan kepada anak anak,” ujarnya. Zahrowi menjelaskan, dengan situasi sekarang ini sangat relevan untuk mendorong implementasi  Pasal 3 UU Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sikdiknas.

Sementara itu Satresnarkoba Polres Bantul melakukan  pembinaan dan penyuluhan narkoba  di SMPN 1 Bantul. Dalam acara itu menghadirkan narasumber Bripka Sujono Wibowo, SH dan Bripka Nur Budi Prasetyo, SPsi. Dalam acara Sujono minta para guru terus meningkatkan perannya mencegah penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.

Narkoba  bakal menurunkan bakal memperburuk derajat kesehatan penggunanya. Karena penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dikalangan generasi muda makin meningkat. “Perilaku generasi muda tersebut dengan mengonsumsi narkoba membahayakan masa depan bangsa Indonesia,” ujarya.

Pemuda sebagai generasi penerus bangsa diharapkan jadi penerus bangsa. Namun   mereka ternyata rapuh setelah digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. “Ketika sudah diserang narkoba, lahirnya generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas akan tinggal kenangan,” katanya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI